Beribadah sebelum kita berdoa

Tips Bangun Shalat Tahajud Untuk Santri

Bagi seorang remaja, menjadi seorang siswa di sebuah sekolah yang berbasis pesantren tentu menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, masa remaja yang indentik dengan masa pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang sangat besar harus bisa dikendalikan sedemikian rupa agar tidak melanggar norma dan etika Agama Islam. Hal ini tentu saja bukan perkara mudah khususnya bagi anak di usia remaja.

Jika kalian adalah siswa di pesantren atau yang lebih dikenal dengan istilah “santri” di sebuah Islamic Boarding School tentu sudah paham betul bagaimana keseharian di pondok. Tidak hanya belajar ilmu akademik biasa, namun juga dibekali ilmu agama yang mendalam termasuk menghafal Al Quran dan kebiasaan-kebiasaan lain yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dari semua kegiatan yang yang ada, kebiasaan untuk Shalat Tahajud biasanya adalah salah satu kegiatan yang cukup berat untuk dilakukan karena kita harus mampu bangun di sepertiga malam meskipun sudah banyak aktivitas yang kita lakukan di siang harinya. Jika kalian mengalami kesulitan untuk bangun shalat tahajud berikut beberapa tips yang bisa kalian coba selama di pondok :

  1. Luruskan Niat Karena Allah

Segala sesuatu jika diniatkan karena Allah niscaya akan dimudahkan. Seperti yang kita tahu bahwa banyak orang yang mengidap penyakit maag ketika berniat untuk puasa justru diberikan Kesehatan tanpa ada kendala kambuhnya penyakit maag. Begitu pula dengan shalat tahajud, jika kita berniat karena Allah maka Allah akan memperlancar segala urusannya mulai dari rasa kantuk yang hilang, diberikan focus saat Shalat dan disehatkan meski jam tidur berkurang. Adapun saat kalian sudah akan melaksanakan shalat tahajud ada baiknya kalian melafalkan niat shalat tahajud yang artinya “Aku berniat shalat sunah tahajud dua rakaat karena Allah.”

  1. Tidur Sebelum Pukul 10 Malam

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa jika kalian ingin menjadikan Shalat Tahajud sebagai kebiasaan, maka dibutuhkan kedisiplinan tinggi yang salah satunya adalah kebiasaan untuk tidur terlelap maksimal pukul 10 malam. Hal ini sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang membiasakan diri untuk tidur lebih awal ketika ingin melaksanakan shalat Tahajud.

  1. Atur Jam Alarm Dengan Tingkat Volume Sedang

Biasanya para ulama menyarankan kita yang akan shalat Tahajud untuk mengatur volume alarm dengan tingkat sedang (tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembut). Hal ini dilakukan karena jika kalian mengatur volume alarm terlalu lembut, kalian akan sulit terbangun. Begitu juga sebaliknya, volume alarm yang terlalu keras akan mengganggu seisi kamar karena bangun secara tiba-tiba dan telinga sakit ketika mendengar suara alarm tersebut. Selain itu waktu terbaik untuk mengatur jam shalat Tahajud adalah pukul 3 pagi.

  1. Hindari Makan Berat di Atas Pukul 8 Malam dan Minum Air Putih Sebelum dan Setelah Tidur

Seperti yang kita tahu bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik termasuk dalam mengkonsumsi makanan. Jika kalian berniat untuk shalat Tahajud maka ada baiknya kalian tidak makan makanan berat di atas pukul 8 malam karena selain bisa mengganggu metabolisme tubuh dan beresiko terjadi penumpukan lemak, makan berat terlalu malam juga akan membuat kalian sulit untuk bangun di sepertiga malam karena kalian terlalu malas untuk bergerak. Selain itu kalian harus bisa membiasakan diri untuk minum air mineral sebelum dan ketika bangun tidur untuk menjaga kadar oksigen dalam tubuh serta terhindar dari dehidrasi.

  1. Bersuci Sebelum Tidur dan Tidur dengan Posisi Miring Kanan

Berwudhu sebelum tidur merupakan anjuran Nabi Muhammad SAW. Selain dapat mencegah godaan syaitan saat kita tidur, berwudhu juga sebagai penyempurna niat shalat tahajud kita agar tetap konsisten. Kebiasaan lain yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah tidur dengan posisi miring ke kanan karena hal tersebu sudah terbukti secara medis bisa membuat kerja jantung lebih baik sehingga tidur menjadi lebih berkualitas.

Di Pesantren modern Al Masoem, para santri tidak hanya dididik agar memiliki kedisiplinan yang tinggi saat shalat tahajud, namun juga dididik agar para santri benar-benar bisa menerapkan sunnah Rasul dengan sempurna dari mulai cara tidur /istirahat, cara makan, cara komunikasi dan lain-lain. Jika kalian sudah mampu menjalankan beberapa tips di atas, maka kalian harus mampu mengulangi kebiasaan-kebiasaan Tersebut Selama Minimal 40 hari secara konsisten. Saat kalian sudah menjadikan shalat Tahajud sebagai suatu kebutuhan maka niscaya segala aktivitas kalian di pondok pesantren akan dimudahkan oleh Allah SWT. Yuk kita mulai membiasakan diri !