Pernahkah kalian merasa tidak nyaman terhadap diri sendiri atau lingkungan di sekitar kalian? Jika ya, bisa jadi kalian sedang mengalami insecure. Perasaan seperti ini kerap kali dialami oleh sebagian besar orang, khususnya remaja. Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri seorang manusia. Salah satu karakteristiknya adalah pencarian jati diri yang biasanya dimulai dari usia belasan tahun (usia SMP & SMA). Seringkali seorang remaja mencari dan memilih role model / panutan dalam berperilaku ataupun melakukan pencapaian tertentu sehingga tidak mengherankan jika remaja sering membandingkan dirinya dengan orang lain.
Ketika “diri ideal” yang terlalu tinggi tidak sesuai harapan dan kenyataan, maka bisa memunculkan perasaan “insecure”. Insecure sendiri merupakan bentuk perasaan “tidak aman” dan ketidakyakinan terhadap segala hal, baik dirinya sendiri maupun faktor di lingkungan sekitarnya. Perasaan insecure sendiri sebenarnya sesuatu yang alami yang dirasakan setiap manusia, namun jika sudah berlebihan akan menimbulkan gangguan kecemasan dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Disinilah pentingnya tugas pokok guru BK dimana mereka harus mampu membantu siswanya mengatasi perasaan insecure tersebut. Berikut ini adalah tips-tips yang bisa dicoba untuk mengatasi rasa insecure kamu:
- Jangan terlalu sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain
Setiap orang yang kamu idolakan pastilah memiliki kekurangan juga dalam diri mereka. Seringkali apa yang kamu lihat di media social tidak sepenuhnya benar adanya. Setiap orang diberikan kelebihan dan kekurangan masing-masing oleh sang Maha Pencipta. Tugas kamu di masa remaja ini adalah fokus menjadi diri sendiri lalu cari sesuatu kegiatan positif yang kamu senangi lalu tekuni dan kembangkan hal tersebut hingga kamu ahli dalam melakukannya.
- Membuat target “Ideal Self” yang realistis
Jika perasaan insecure sudah mulai mengganggu keseharian kamu, artinya kamu belum sepenuhnya mengenal diri sendiri. Mulai saat itu juga kamu harus “berdamai” dengan diri sendiri dengan cara menuliskan kelebihan dan kekurangan diri secara JUJUR lalu tingkatkan kelebihan diri kamu dan rubah kekurangan diri kamu menjadi kelebihan. Hal ini juga bisa dibantu dengan cara dicatat dan diucapkan terus menerus setiap hari karena sesuatu yang diucapkan terus menerus secara tidak sadar akan berubah menjadi sebuah tindakan. Kemudian tindakan tersebut bisa menjadi kebiasaan lalu kebiasaan tersebut akan membentuk karakter kalian.
- Lebih Bersyukur dan Temukan orang-orang yang membuatmu nyaman
Terkadang perasaan insecure timbul karena terlalu banyak berpikir (overthinking) dan larut dalam kata-kata negatif dari orang lain. Jika kamu mengalaminya, segera menjaga jarak dengan lingkungan seperti itu dan beralih ke lingkungan yang selalu memberikan support / dukungan moril. Pada dasarnya setiap orang membutuhkan orang lain yang bisa diajak sharing tentang berbagai hal terutama saat sedang “down” dan tidak percaya diri. Orang tersebut bisa saja dari lingkungan keluarga, teman sebaya, guru atau siapapun yang memang memberikan kita rasa aman dan nyaman saat bercerita. Terkadang kita bisa meminta mereka untuk mengingatkan kita apa-apa saja kelebihan kita supaya kita bisa lebih bersyukur. Namun yang perlu diingat adalah kita juga jangan sampai terlalu bergantung kepada orang lain karena ada masanya kalian akan berpisah dengan orang kepercayaan kalian.
- Membaca / Mendengarkan Sesuatu yang Membangun
Buat kalian yang senang membaca, mulai pilih-pilih bacaan yang membangun semangat kalian. Tidak hanya buku fisik, namun juga artikel online ataupun quotes tertentu yang ada di media sosial yang bisa memotivasi kalian untuk bangkit dan berfikir positif. Sedangkan untuk kalian yang senang mendengarkan musik, pilih jenis music yang sekiranya bisa menjadi Mood Booster kalian. Hal ini juga berlaku untuk kalian yang senang dengan kajian keagamaan karena selain sebagai penyemangat, mendengarkan ceramah juga bisa menjadi “pengingat” kita bahwa ada kuasa Tuhan yang akan membantu kita selama kita yakin.

