Sebenarnya Saya Itu Produktif atau Sibuk?

Sebenarnya Saya Itu Produktif atau Sibuk?

Sebenarnya Saya Itu Produktif atau Sibuk?

Masa muda biasanya menjadi masa yang penuh warna, sering diepnuhi dengan aktivitas yang banyak demi memenuhi hasrat keingintahuan. Terkadang malah bisa bikin lupa waktu karena sangking serunya. Tapi pernah gak sih kepikiran, apa yang saya lakukan sekarang itu produkif atau sekedar sibuk aja?

Sebenarnya keduanya itu hal yang berbeda. Memang keduanya sepintas terlihat sama yaitu padat dengan kegiatan. Biar gak salah paham, mari simak penjelasannya berikut!

Pengertian Produktif

Produktif menurut KBBI adalah 1) bersifat atau mampu menghasilkan (dalam jumlah besar) dan 2) mendatangkan manfaat atau menguntungkan. Artinya, produktif punya tujuan untuk menyelesaikan kegiatan penting dan bukan berfokus pada hasil yang sempurna.

Karena bertujuan untuk menghasilkan sesuatu, maka biasanya orang yang produktif punya cara tersendiri dalam menyusun kegiatan yang ingin dikerjakan. Ia tidak akan menghabiskan banyak waktu pada satu hal, dengan kata lain melakukannya dengan efisien. Kalau sudah dikerjakan maka lanjut ke kegiatan berikutnya. Tentunya dengan kualitas yang tetap diperhatikan.

Pengertian Sibuk

Sibuk dalam bahasa Inggris artinya busy, dimana artinya bisa bermacam-macam. Ada yang busy karena working hard (bekerja keras), not available to do something (belum ada waktu untuk hal lain), ataupun karena have a lot things to do (banyak yang harus dikerjakan).

Poin utamanya adalah sibuk menggambarkan situasi yang sedang dialami dengan banyaknya hal yang perlu dikerjakan. Sehingga sudah tidak mungkin untuk menambah rencana atau kegiatan baru dan hanya berfokus pada list kegiatan yang bisa dikerjakan.

Sudah mengetahui arti dari produktif dan sibuk? Dari sini mungkin nampak perbedaan antara keduanya. Agar lebih memudahkan, artikel ini akan membagi perbedaan produktif dan sibuk dari beberapa klasifikasi berikut yang disadur dari artikel Yoursay.

1. Cara Bekerja

Salah satu cara melihat perbedaan orang yang sibuk dan yang produktif adalah dari cara bekerja yang mereka lakukan. Orang sibuk akan nampak seperti pekerja keras, bersedia untuk melakukan banyak hal. Ini mungkin terlihat bagus, namun sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Selain kerja keras, ada istilah kerja cerdas.

Penyebutan kerja keras ini identik dengan menggunakan tenaga atau otot. Kalau kerja cerdas itu ikut mengandalkan otak atau pikiran. Orang yang kerja cerdas akan berusaha untuk bekerja dengan cara yang efektif dan efisien.

2. Target

Perbedaan kedua antara sibuk dan produktif adalah target yang ingin dicapai. Bagi orang yang sibuk, Ia hanya mementingkan apa yang bisa dikerjakan tanpa melihat dampak atau target yang jelas.

Kalau orang yang produktif itu sudah tahu apa yang ingin dicapai, sudah menyusun perencanaan untuk mencapai yang diinginkan dan tahu hal positif dan negatif dari pilihannya. Sehingga orang produktif akan terlihat lebih terorganisir dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

3. Pencapaian

Perbedaan yang terakhir antara orang yang sibuk dan produktif adalah dari pencapaiannya. Orang yang sibuk umumnya akan fokus pada pencapaian dalam jangka pendek, mengabikan pencapaian dalam jangka panjang. Ia merasa momen saat ini adalah momen yang membuat dirinya penting. Namun sayangnya ini bisa berdampak pada apa yang dikerjakan menjadi tidak tuntas atau tidak maksimal hasilnya.

Berbeda dengan orang produktif, Ia sadar bahwa tenaga yang dimiliki terbatas namun Ia punya impian jangka panjang untuk meraihnya. Maka dari itu, Ia menyusun rencana dimana bisa menyelesaikannya tetapi dengan kondisi yang tidak membebankan dirinya. Yang terpenting adalah konsistensi dalam pengerjaannya.

Bagaimana, sudah jelas memahami perbedaan antara produktif dengan yang sekedar sibuk saja? Kira-kira kalian masuk kategori yang mana nih? Kalian yang masih berusia muda tidak perlu khawatir, karena sekolah bisa menjadi tempat yang cocok untuk melatih menjadi orang yang produktif.

Sekolah bisa menjadi wadah bagi para murid untuk tidak hanya mengembangkan potensinya tetapi juga belajar menata waktu dengan baik. Nyatanya menjadi siswa produktif itu bisa tetap menciptakan prestasi yang membanggakan, seperti siswa-siswa berprestasi di Yayasan Al Ma’soem.

 

Penulis: Gumilar Ganda