Prestasi seakan menjadi hal yang sakral bagi siswa Al Masoem. Jika ikut serta dalam sebuah kompetisi tapi tidak mendapatkan medali, seperti sebuah hal yang hambar karena membuang waktu meskipun setiap siswa yang ikut serta dalam kompetisi akan mendapatkan pengalaman yang berharga. Tapi meskipun begitu bagi siswa Al Masoem meraih medali adalah hal yang harus, maka dari itu sebelum mengikuti sebuah kompetisi setiap anak siswa akan dipilih dan diberikan “culling game” atau lebih tepatnya sebagai seleksi bagi siswa yang memang ingin ikut serta dalam sebuah kompetisi yang bersifat individual. Meskipun ada beberapa siswa yang memang mengikuti kompetisi melalui jalur mandiri. Tapi bagi kompetisi yang bersifat kelompok dan tidak ada batasan quantity dari jumlah peserta maka beberapa siswa yang akan ikut serta dalam kompetisi yang diadakan.
Prestasi belajar itu banyak jenisnya, tergantung dari jenis ekstrakurikuler dan intrakurikuler yang dimuat dalam sebuah kompetisi. Jenis kompetisi juga dibagi menjadi 2 jenis ada yang bersifat online dan offline. Dimana kompetisi online rajin dilaksanakan pasca pandemi dimana banyak lembaga lembaga pengembang kompetisi membuka kompetisi tingkat online yang diadakan demi mencangkup peserta yang lebih luas tanpa membuang waktu untuk perjalanan yang jauh. Tapi dibalik semua itu atmosfer dari kompetisi berbasis online ini tidak akan pernah bisa terasa seperti mereka yang ikut serta dalam kompetisi offline. Dari jenis kompetisi juga untuk kompetisi online biasanya untuk kompetisi berbasis intrakurikuler seperti kompetisi lomba matematika, bahasa dan kompetisi yang memang bisa digunakan secara komputerisasi.
Berbeda dengan kompetisi offline yang biasanya dilaksanakan karena memang membutuhkan peserta dalam bentuk fisik, dalam kompetisi ini juga biasanya peserta didik akan langsung ikut serta dalam kompetisi tersebut. Perbedaan yang sangat mencolok adalah butuh adanya perjalanan dari sekolah ke tempat kompetisi dan dimana didalam kompetisi berbasis offline ini siswa akan mendapatkan atmosfer yang berbeda, dari dukungan, tekanan hingga kebanggaan yang memang akan didapatkan secara pribadi oleh para peserta yang mengikuti kompetisi berbasis offline ini, begitu juga tentang pengalaman yang akan jauh lebih banyak didapatkan oleh peserta didik dibandingkan dengan kompetisi berbasis online.

Bagi sekolah, Al Masoem terutama pemberian beasiswa juga dibagi berdasarkan dengan tingkat kompetisi dan juga dari jenis kompetisi yang diikuti. Seperti kompetisi offline akan langsung mendapatkan beasiswa jika mendapatkan hasil sempurna seperti Emas baik itu di tingkat Kabupaten, Provinsi Hingga Nasional. Sedangkan untuk kompetisi online harus ada beberapa syarat tambahan seperti pihak yang mengadakan harus berjenjang, jenis kompetisi harus berjenjang dan yang paling penting adalah berapa banyak Emas yang bisa didapatkan dalam kompetisi online tersebut. Jika hanya 1 kali dan tidak berjenjang maka beasiswa bagi siswa yang mengikuti kompetisi online tidak akan diberikan. Karena secara pressure pun berbeda dari kompetisi secara langsung dengan online.
4 Siswa SMA Al Masoem Meraih Emas dalam Kompetisi Tingkat Nasional
4 siswa SMA Al Masoem berhasil meraih Perunggu hingga Emas dalam kompetisi tingkat nasional. Setidaknya ada 4 jenis kompetisi yang diikuti dan ada 1 siswa yang mengikuti 2 kompetisi sekaligus diantaranya adalah sebagai berikut :
- Alvin Chandra Tanuwijaya siswa kelas 10-4 Medali Emas, Mapel: Informatika dalam Olimpiade Sains Siswa Indonesia Tingkat Nasional SMA/sederajat yang diselenggarakan oleh Prestige 2023
- Arrossidal Rozzaqul Rayyis santri kelas 10-6 Medali Perak, Mapel: Bahasa Inggris dalam Olimpiade Siswa Tingkat Nasional SMA/sederajat yang diselenggarakan oleh Lembaga Sains Pelajar 2023
- Muhammad Fakhri Alfaathir Tanjung santri kelas 10-6 Medali Perak, Mapel: Bahasa Indonesia dalam Olimpiade Nasional Matematika, Ilmu Pengetahuan dan Bahasa Tingkat Nasional SMA/sederajat yang diselenggarakan oleh Prestige 2023
- Safira Azzahra siswa kelas 10-10 :
- Medali Emas, Mapel: Matematika dalam Kompetisi Sains Pelajar LKN Tingkat Nasional SMA/sederajat yang diselenggarakan oleh Lembaga Kompetisi Nasional 2023
- Medali Perunggu, Mapel: Fisika dalam Kompetisi Sains Pelajar LKN Tingkat Nasional SMA/sederajat yang diselenggarakan oleh Lembaga Kompetisi Nasional 2023
4 siswa SMA Al Masoem ini merupakan salah keempat siswa yang berprestasi di kelas 10 SMA pada bulan Februari 2023 ini. Masih ada banyak siswa berprestasi lainnya pada setiap minggunya. Karena kami Al Masoem tidak pernah menyia nyiakan potensi siswa begitu saja, kami memberikan wadah berupa fasilitas, mentor berupa guru yang siap membimbing siswa dan santri untuk berkembang dan juga motivasi bagi siswa dan santri setiap minggunya agar mereka bisa memaksimalkan setiap potensi yang dimiliki.
Prestasi selebihnya adalah bentuk dari perjuangan dari siswa, pihak sekolah dan pesantren hanya wadah yang bisa mengembangkan potensi itu untuk bisa menjadi sebuah prestasi. Maka dari itu juga ada yang bilang bahwa sekolah yang mencetak siswa yang berprestasi maka jawabannya adalah bukan, prestasi adalah hal yang bisa dicapai setiap orang yang yang mampu memaksimalkan setiap potensinya dan sekolah merupakan tempat yagn tepat untuk mengembagnkan setiap potensi itu. Al Masoem wahana pembentukan generasi Cageur, Bageur Pinter.

