Zalim pada Diri Sendiri

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَ  مَنْ  يَّعْمَلْ  سُوْٓءًا  اَوْ  يَظْلِمْ  نَفْسَهٗ  ثُمَّ  يَسْتَغْفِرِ  اللّٰهَ  يَجِدِ  اللّٰهَ  غَفُوْرًا  رَّحِيْمًا

“Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 110).

Kelompok yang zalim pada diri sendiri disebut zalimul linafsih.

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.” (QS Al Fathir 32).

Kelompok yang zalim pada diri sendiri tersebut diartikan sebagai yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya. Kondisi ini terjadi tidak menjadikan Al Quran sebagai panduan hidup.

“Kelompok ini tidak mau atau enggan menjadikan Al Quran sebagai pedoman. Akibatnya hidup mereka gelap gulita, hingga akhirnya sikap orang-orang ini sadar atau tidak sadar telah menganiaya diri sendiri,”

سَآءَ  مَثَلًا  ٱ  لْقَوْمُ  الَّذِيْنَ  كَذَّبُوْا  بِاٰ يٰتِنَا  وَاَ نْفُسَهُمْ  كَا نُوْا  يَظْلِمُوْنَ
“Sangat buruk perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami; mereka menzalimi diri sendiri.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 177)

Kehidupan kelompok yang zalim pada diri sendiri atau zalimul linafsih tanpa arah dan tidak punya panduan syar’i. Mereka juga tak mengenal halal haram, baik buruk, dan hidup hanya demi kenikmatan. Karakter lain adalah malas ibadah, melakukan maksiat, dan berbuat dosa.

Kelompok yang zalim pada diri sendiri atau zalimul linafsih pada akhirnya akan menerima akibatnya. Risiko ini dijelaskan dalam hadits berikut

أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: {ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ} قَالَ: “فَأَمَّا الظَّالِمُ لِنَفْسِهِ فَيُحْبَسُ حَتَّى يُصِيبَهُ الْهَمُّ وَالْحُزْنُ، ثُمَّ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ

Artinya: Dari Abu Darda RA yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW membaca firman-Nya: “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Adapun orang yang menganiaya dirinya sendiri, maka ia ditahan sehingga mengalami kesusahan dan kesedihan, kemudian dimasukkan ke dalam surga.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Dengan mengetahui golongan zalimul linafsih dan penjelasannya dalam Al Quran serta hadits, semoga kita bisa terhindar dengan selalu hidup sesuai aturan Allah SWT dan sunnah nabiNya.

Doa nabi Adam

رَبَّنَا  ظَلَمْنَاۤ  اَنْفُسَنَا  وَاِ نْ  لَّمْ  تَغْفِرْ  لَـنَا  وَتَرْحَمْنَا  لَـنَكُوْنَنَّ  مِنَ  الْخٰسِرِ يْنَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 23)