Tips untuk Mengatasi Rasa Enggan (Terpaksa) dalam Berinfak

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا  مَنَعَهُمْ  اَنْ  تُقْبَلَ  مِنْهُمْ  نَفَقٰتُهُمْ  اِلَّاۤ  اَنَّهُمْ  كَفَرُوْا  بِا للّٰهِ  وَبِرَسُوْلِهٖ  وَلَا  يَأْتُوْنَ  الصَّلٰوةَ  اِلَّا  وَهُمْ  كُسَا لٰى  وَلَا  يُنْفِقُوْنَ  اِلَّا  وَهُمْ  كٰرِهُوْنَ

“Dan yang menghalang-halangi infak mereka untuk diterima adalah karena mereka kafir (ingkar) kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak melaksanakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menginfakkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan (terpaksa).” (QS. At-Taubah 9: Ayat 54)

Melaksanakan sholat dan menginfakkan harta dengan rasa enggan (terpaksa)

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa yang menyebabkan infak orang-orang munafik itu tidak diterima oleh Allah ialah karena mereka tetap ingkar kepada Allah dan sifat-sifat-Nya, ingkar kepada Rasulullah dan petunjuk-petunjuk serta penjelasan-penjelasan yang dibawanya. Orang-orang munafik itu kalaupun melakukan salat, mereka lakukan dengan malas. Kalau di hadapan orang mereka salat, tetapi kalau mereka hanya sendirian, salat ditinggalkan dan tidak dikerjakan. Mereka tidak mengharapkan pahala dari salatnya itu, mereka tidak takut kepada siksaan karena meninggalkannya.

Salat yang dilaksanakan bukanlah karena percaya akan kewajibannya, tetapi karena ria dan ingin dilihat dan diketahui bahwa ia juga turut melakukan salat. Apabila mereka meninfakkan harta bendanya untuk membantu perjuangan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, atau hal-hal lain, mereka mengeluarkannya dengan rasa terpaksa, tidak dengan rela dan ikhlas hati, karena mereka menganggap bahwa bantuannya itu akan merugikan dirinya sendiri, sebaliknya akan menguntungkan orang-orang mukmin, sedang dia bukanlah termasuk golongan orang-orang mukmin.

Melaksanakan sholat dan menginfakkan harta dengan rasa enggan atau terpaksa dapat terjadi karena beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi hati, iman, dan pemahaman seseorang.

  1. Iman yang Lemah. Ketika iman seseorang lemah, ia akan merasa bahwa ibadah adalah beban, bukan kebutuhan atau kecintaan. Iman yang lemah membuat seseorang kurang menyadari pentingnya hubungan dengan Allah dan manfaat spiritual dari ibadah.
  2. Kurangnya Pemahaman. Tidak memahami hikmah atau tujuan di balik sholat dan infak dapat membuat seseorang merasa terpaksa. Padahal, sholat adalah bentuk komunikasi dengan Allah, dan infak adalah cara membersihkan harta serta membantu sesama.
  3. Lingkungan yang Tidak Mendukung. Jika seseorang berada di lingkungan yang tidak mendukung ibadah atau sering mengabaikan nilai-nilai agama, ia mungkin merasa terpaksa hanya untuk memenuhi kewajiban secara formal.
  4. Kebiasaan yang Belum Tertanam. Ibadah membutuhkan konsistensi dan pembiasaan. Ketika belum menjadi kebiasaan, melaksanakan sholat dan berinfak bisa terasa berat.
  5. Godaan dan Bisikan Syaitan. Syaitan selalu berusaha membuat ibadah terasa berat dan harta terasa lebih berharga di dunia sehingga seseorang enggan berinfak atau merasa rugi.
  6. Tidak Ikhlas. Jika ibadah dilakukan karena paksaan dari orang lain atau demi menjaga citra di mata manusia, maka seseorang tidak akan merasakan keikhlasan dan ketenangan dalam ibadahnya.

Solusi untuk Mengatasi Rasa Enggan

  1. Perkuat Iman. Tingkatkan kualitas iman dengan membaca Al-Qur’an, mempelajari hadits, dan memperbanyak dzikir.
  2. Tingkatkan Pemahaman. Pelajari makna dan manfaat dari sholat dan infak. Mengetahui bahwa keduanya adalah cara mendekatkan diri kepada Allah bisa memotivasi hati.
  3. Bangun Kebiasaan Positif. Jadikan ibadah sebagai bagian dari rutinitas harian sehingga terasa lebih mudah dan menyenangkan.
  4. Berdoa kepada Allah. Mohonlah kepada Allah agar diberikan keikhlasan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah.
  5. Berkumpul dengan Orang yang Sholeh. Lingkungan yang baik akan memotivasi dan menginspirasi untuk melaksanakan ibadah dengan senang hati.

Semoga Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan dan kecintaan kepada-Nya.