Syurga Diperuntukkan Bagi yang Ikhlas dan Rendah Hati

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قَا لَ  فَاهْبِطْ  مِنْهَا  فَمَا  يَكُوْنُ  لَـكَ  اَنْ  تَتَكَبَّرَ  فِيْهَا  فَا خْرُجْ  اِنَّكَ  مِنَ  الصّٰغِرِ يْنَ

“(Allah) berfirman, Maka, turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 13)

Syurga diperuntukkan bagi yang ikhlas dan rendah hati, bukan untuk keangkuhan dan kesombongan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Setelah Allah melihat tingkah laku Iblis yang menyombongkan diri, karena menganggap bahwa dia lebih mulia dari Adam a.s. yang menyebabkan dia durhaka dan membangkang dan tidak taat pada perintah-Nya, maka ia diperintahkan oleh Allah agar turun dari surga, tempat dia berada waktu itu, karena tempat itu adalah diperuntukkan bagi hamba-Nya yang ikhlas dan rendah hati dan bukanlah tempat untuk memperlihatkan keangkuhan dan kesombongan. Kemudian disusul dengan perintah agar dia keluar dari tempat itu, karena dia telah termasuk makhluk yang hina tidak sesuai dengan tempat yang mulia dan terhormat itu.

Dalam Islam, perilaku sombong termasuk dalam dosa besar. Nabi Muhammad SAW bahkan bersabda, “Seseorang tidak akan masuk surga jika ia memiliki kesombongan walah sebesar biji zarrah dalam hatinya” (HR Tirmidzi).

Bijih zarah ini bisa diartikan sebagai sesuatu benda yang beratnya sangat ringan atau sangat kecil, sehingga jarang dapat dilihat sekalipun. Pengukuran biji zarah ini tidak hanya pada hal volume (ukuran saja), tetapi juga pada beratnya (timbangan). Karena itu, zarah dapat diartikan tidak hanya sebagai sesuatu yang sangat kecil saja, tetapi juga sebagai entitas yang sangat ringan.

Rasa sombong disebut akan membawa dampak yang buruk dan membuat seorang Muslim tidak memaafkan Muslim lainnya, ketika dimintai maaf. Orang yang sombong akan mulai berpikir dia lebih baik daripada orang lain, serta lupa bahwa semua manusia diciptakan dari tanah liat dan akan kembali ke tanah (makam).

Tidak hanya itu, kesombongan akan menyebabkan seseorang tidak pernah merasa puas dan selalu mengejar kekuasaan dan jabatan. Sifat ini juga akan menjauhkan orang dari agama Allah, yang mana Allah SWT bahkan mengutuk orang-orang yang sombong dan menyombongkan diri.

Dalam Mukasyafatul Qulub, Imam al-Ghazali mengatakan sifat sombong adalah kedurhakaan pertama yang menimpa iblis, yang akhirnya membuat Allah SWT melaknat dan mengusirnya dari surga.

Tidak hanya itu, dalam hadits qudsi disebutkan, “Kesombongan adalah selendang-Ku. Kebesaran adalah pakaian-Ku. Barang siapa yang merebut salah satunya dari-Ku, maka Aku akan meremukkannya, dan Aku tidak peduli” (HR Muslim).

Balasan dari Allah SWT bagi orang yang sombong selama di dunia.

1. Dibenci Allah SWT dan Rasulullah SAW

Allah SWT dengan tegas mengatakan jika orang yang sombong tidak akan disukai-Nya. Hal ini ditegaskan pula dalam QS Luqman ayat 18, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Bukan hanya dibenci oleh Allah SWT, sifat sombong juga tidak disukai oleh Rasulullah SAW. Dalam HR Tirmidzi, Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan duduknya paling dekat kepadaku pada hari kiamat adalah orang yang akhlaknya terbaik di antara kalian. Sedangkan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara, suka ngobrol dan bermulut besar (sombong).”

2. Menjadi pengikut iblis

Kisah iblis, yang terusir dari surga, merupakan salah satu balasan akibat rasa sombongnya. Makhluk yang mulia ini bisa menjadi hina karena sifatnya itu.

Dalam QS Al-Baqarah ayat 34, “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur maka ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”

“Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu? (Iblis) menjawab, Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 12)

Maka, siapapun yang memiliki sifat ini berarti sama dengan menjadi pengikut iblis. Ia merasa manusia lain lebih rendah darinya dan tidak pantas bersanding bersamanya.

Semoga kuta dijauhkan dari sifat sombong dan menyombongkan diri

Untuk menghindari sifat sombong, Rasulullah menganjurkan rutin membaca doa untuk tetap bersikap tawadhu.

اَللّٰهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِيْنًا، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا، وَاحْشُرْنِي فِيْ زُمْرَةِ الْمَسَاكِيْنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Allahuma ahyini miskinan, wa amitni miskinan, wahsyurni fi zumratil masakin

“Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati, dan matikanlah aku dalam MM l khusyu dan rendah hati, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyu dan rendah hati