Syirik Perbuatan Dosa yang tidak Terampuni

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  اللّٰهَ  لَا  يَغْفِرُ  اَنْ  يُّشْرَكَ  بِهٖ  وَيَغْفِرُ  مَا  دُوْنَ  ذٰلِكَ  لِمَنْ  يَّشَآءُ   ۗ وَمَنْ  يُّشْرِكْ  بِا للّٰهِ  فَقَدْ  ضَلَّ  ضَلٰلًاۢ  بَعِيْدًا

“Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 116)

Perbuatan dosa besar (kabair) paling parah adalah syirik yaitu mempersekutukan Allah SWT.

Syirik ada dua pertama menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah SWT dan atau beribadah kepada selain-Nya dan kedua menyertai amal dengan riya.

Syirik kepada selain Allah SWT itu seperti menyembah kepada berupa batu, pohon, matahari, bulan dan nabi, guru, binatang, dan lain-lain. “Inilah Syirik terbesar,”

Dalam surat Luqman ayat 13 Allah berfirman:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Dan masih banyak lagi ayat yang berhubungan dengan masalah ini. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah SWT lalu mati dalam keadaan seperti itu sungguh dia termasuk penghuni neraka.

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya waspada dan menjauhi syirik besar. Di antaranya adalah hadits riwayat Abu Bakrah RA berikut:

عن أبي بَكْرة قال: كنا عند رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: ((ألا أنبئكم بأكبرِ الكبائر؟ ثلاثًا: الإشراك بالله، وعقوق الوالدين، وشهادة الزور، أو قول الزور))، وكان رسول الله متكئًا فجلس، فما زال يكررها حتى قلنا: ليته سكت!

“Maukah kalian aku beri tahu apa dosa besar yang paling besar. “Beliau mengulang tiga kali. Para sahabat menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah bersabda, “Yaitu menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua. “Saat itu beliau bersandar lalu duduk dan melanjutkan, “Juga, kesaksian palsu, kesaksian palsu,” Begitu Rasulullah mengulang ulang sampai kami mengatakan,” andai beliau menghentikannya.” (HR Bukhari Muslim)

Riwayat lain dari Abu Hurairah RA juga menguatkan hadits di atas yaitu sebagai berikut:

عن أبي هريرة: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((اجتنبوا السبع الموبقات))، قيل: يا رسول الله، وما هن؟ قال: ((الشرك بالله، والسِّحر، وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق، وأكل مال اليتيم، وأكل الربا، والتولي يوم الزحف، وقذف المحصنات الغافلات المؤمنات

Rasulullah bersabda:

“Jauhilan oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah! Apa saja dosa-dosa yang membinasakan itu?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah Allah haramkan melainkan dengan sebab yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling (lari) dari medan pertempuran, dan menuduh wanita yang beriman lagi suci nan menjaga kehormatannya dengan tuduhan berbuat zina.”

Sedangkan kategori syirik yang kedua adalah menyertai amal dengan riya. Allah berfirman dalam surat Al-Kahfi ayat 110.

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya makan hendaklah dia mengerjakan amalan yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya.”

Maksud dari janganlah dia mempersekutukan seseorang pun dalam beribadah kepada Rabbnya hendaknya tidak menyertakan riya bersama amalnya. Allah berfirman surat Al-Furqan ayat 23:

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu bagaikan debu yang berterbangan.”

Maksudnya amal-amal yang dikerjakan untuk selain mengharapkan ridho Allah, Allah membatalkan pahalanya serta menjadikannya bagai debu yang berterbangan, yaitu debu yang dapat dilihat dari sebuah celah di mana cahaya matahari masuk melaluinya. Rasulullah juga memeringatkan umatnya dalam hadits berikut:

عن محمود بن لبيد: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر))، قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: ((الرياء، يقول الله تعالى يوم القيامة، إذا جازى الناس بأعمالهم: اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا، فانظروا هل تجدون عندهم جزاء)) (10) .

Dar Mahmud bin Labid RA, Rasulullah bersabda, “Jauhilah syirik kecil! “Mereka bertanya,”Wahai Rasulullah Apakah syirik kecil itu?’ Beliau menjawab yaitu riya. Pada Hari pembalasan untuk segala yang dikerjakan oleh manusia Allah berfirman. Pergilah kepada orang-orang yang kalian ingin mereka melihat amalan-amalan kalian. Lalu lihatlah! Adakah pahala yang disediakannya?” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

Seqmoga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan dan menjauhkan kita dari adzab neraka.