Rezeki Seluruh Makhluk Dijamin Allah SWT

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَجَعَلْنَا  لَـكُمْ  فِيْهَا  مَعَايِشَ  وَمَنْ  لَّسْتُمْ  لَهٗ  بِرٰزِقِيْنَ

“Dan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 20)

Allah menyediakan segala sarana kehidupan dan rezeki di bumi bagi manusia serta seluruh makhluk

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI bahwa ayat ini menerangkan anugerah Allah SWT yang tidak terhingga kepada manusia, yaitu Dia telah menciptakan bermacam-macam keperluan hidup bagi manusia. Dia telah menciptakan tanah yang subur yang dapat ditanami dengan tanam-tanaman yang berguna dan merupakan kebutuhan pokok baginya. Dia menciptakan air yang dapat diminum dan menghidupkan tanam-tanaman. Dia juga menciptakan burung yang beterbangan di angkasa yang dapat ditangkap dan dijadikan makanan yang enak dan lezat.

Diciptakan-Nya laut yang di dalamnya hidup bermacam-macam jenis ikan yang dapat dimakan serta mutiara dan barang tambang yang diperlukan oleh manusia dan menjadi sumber mata pencaharian. Laut yang luas dapat dilayari manusia menuju segenap penjuru dunia. Dialah yang menciptakan segala macam sumber kesenangan bagi manusia itu.

Allah SWT menciptakan pula binatang-binatang dan makhluk hidup yang lain yang rezekinya dijamin Allah. Allah telah memudahkan pula bagi manusia segala sumber kebutuhan hidup, yang bisa diolah menjadi pakaian, makanan, obat-obatan, dan sebagainya.

Allah menjadikan pula di bumi anak dan cucu sebagai penghibur dan penerus kehidupan manusia. Sebagian manusia menjadi pelayan atau pembantu, dan sebagian lainnya menjadi tuan atau atasan. Allah juga menciptakan binatang peliharaan dan kesenangan.

Ayat ini merupakan peringatan bagi manusia bahwa anak-anak, pembantu-pembantu, dan binatang ternak dijamin Allah rezekinya.

Air, oksigen, mineral alam, dan minyak bumi bukan termasuk makhluk hidup, tetapi semuanya tetap merupakan ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah sediakan sebagai bagian dari nikmat-Nya untuk menunjang kehidupan manusia dan makhluk lainnya.

  • Air menjadi sumber kehidupan.
  • Oksigen memungkinkan manusia dan hewan bernapas.
  • Mineral alam dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, kesehatan, bangunan, dan teknologi.
  • Minyak bumi menjadi sumber energi yang menggerakkan berbagai aktivitas manusia.

“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya.” (QS. Al-Jatsiyah: 13)

“Setiap tetes air yang kita minum, setiap hembusan oksigen yang kita hirup, setiap mineral yang kita manfaatkan, dan setiap energi yang menggerakkan kehidupan kita adalah karunia Allah. Sungguh keterlaluan apabila manusia menikmati begitu banyak nikmat-Nya, namun masih enggan bersyukur kepada-Nya.”

Allah menyediakan rezeki bagi manusia melalui dua jalur:

  1. Makhluk yang dibudidayakan atau diusahakan manusia, seperti padi, kelapa sawit, sayuran, ayam, sapi, dan ikan budidaya.
  2. Makhluk yang tidak dibudidayakan manusia, tetapi tetap dapat dimanfaatkan, seperti ikan di laut, danau, dan sungai serta hewan buruan di hutan, tumbuhan liar dengan buah, bijinya dan umbinya yang bermanfaat, serta berbagai sumber daya alam yang tumbuh atau tersedia tanpa ditanam dan dipelihara oleh manusia.

Ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Hijr ayat 20 bahwa Allah menjadikan di bumi berbagai sarana kehidupan bagi manusia dan juga bagi makhluk-makhluk lain yang bukan manusia pemberi rezekinya.

Allah telah menyediakan berbagai sarana kehidupan dan rezeki bagi manusia, baik yang dibudidayakan maupun yang tersedia secara alami di bumi. Maka sungguh keterlaluan jika manusia masih enggan bersyukur kepada-Nya, padahal setiap hari ia menikmati begitu banyak nikmat yang tidak mampu ia ciptakan sendiri.

Doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar menjadi hamba yang bersyukur adalah:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik.

“Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)