Rezeki Allah untuk Makhluk sesuai Ukuran, Kebutuhan, dan Hikmah-Nya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ  مِّنْ  شَيْءٍ  اِلَّا  عِنْدَنَا  خَزَآئِنُهٗ  وَمَا  نُنَزِّلُهٗۤ  اِلَّا  بِقَدَرٍ  مَّعْلُوْمٍ

“Dan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 21)

Segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah, dan Dia memberikannya kepada makhluk sesuai ukuran, kebutuhan, dan hikmah-Nya

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Dan tidak ada sesuatu pun dari makhluk ciptaan Allah di langit dan bumi melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya. Kami yang menguasai, mengatur, dan membagi rezekinya sesuai kehendak dan ketentuan Kami. Kami tidak menurunkannya kepada mereka melainkan dengan ukuran tertentu, yakni sesuai kondisi, kebutuhan, dan keadaan mereka masing-masing.

Beberapa tadabur yang dapat diambil adalah:

  1. Allah adalah pemilik segala sesuatu.
    Apa pun yang kita miliki harta, ilmu, kesehatan, jabatan, air, udara, dan sumber daya alam hakikatnya adalah milik Allah yang dititipkan kepada kita.
  2. Rezeki Allah tidak terbatas.
    Khazanah Allah tidak akan berkurang meskipun diberikan kepada seluruh makhluk-Nya. Karena itu, seorang mukmin tidak perlu berputus asa terhadap rahmat dan pertolongan Allah.
  3. Allah memberi sesuai ukuran yang paling baik.
    Tidak semua orang menerima rezeki yang sama, karena Allah mengetahui kebutuhan, kemampuan, dan kemaslahatan masing-masing hamba.
  4. Perbedaan rezeki mengandung hikmah.
    Ada yang diberi kelapangan, ada yang diberi keterbatasan. Semuanya merupakan bagian dari ujian dan ketentuan Allah yang penuh kebijaksanaan.
  5. Mengajarkan sikap syukur dan qana’ah.
    Ketika menyadari bahwa Allah membagi nikmat dengan ukuran yang tepat, kita terdorong untuk bersyukur atas yang telah diberikan dan tidak iri terhadap apa yang dimiliki orang lain.
  6. Mendorong untuk tetap berikhtiar dan bertawakal.
    Rezeki memang berasal dari Allah, tetapi Allah juga memerintahkan manusia untuk berusaha sambil menggantungkan harapan kepada-Nya.

“Jika Allah menurunkan segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, maka tidak ada nikmat yang terlalu sedikit dan tidak ada ujian yang terlalu banyak kecuali semuanya berada dalam ilmu dan hikmah-Nya yang sempurna.”

“Ada yang Allah beri kelapangan, ada yang Allah beri keterbatasan. Semuanya merupakan bagian dari ketentuan dan ujian-Nya yang penuh hikmah. Karena itu, teruslah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, jangan larut dalam kepanikan saat rezeki terasa sempit, dan jangan putus asa ketika menghadapi kesulitan. Yakinlah bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.”

Karena Allah telah mengatur segala sesuatu dengan ukuran yang tepat, maka janganlah terlalu gelisah terhadap apa yang belum kita miliki. Teruslah berikhtiar, perbanyak doa, dan serahkan hasilnya kepada Allah Yang Maha Bijaksana.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْقَنَاعَةَ وَالشُّكْرَ عَلَى نِعَمِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ

“Ya Allah, karuniakanlah kepada kami sifat qana’ah dan rasa syukur atas nikmat-Mu, serta jadikan kami termasuk orang-orang yang bertawakal kepada-Mu.”