Perumpamaan Orag Kafir; Mahluk Bergerak yang Bernyawa yang Paling Buruk

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  شَرَّ  الدَّوَآ بِّ  عِنْدَ  اللّٰهِ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  فَهُمْ  لَا  يُؤْمِنُوْنَ

“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 55)

Perumpamaan paling buruk untuk orang kafir, mahluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Sesungguhnya sejahat-jahat binatang yang melata di bumi menurut pandangan Allah ialah orang-orang kafir yang mempunyai sifat suka membangkang, sehingga keadaan mereka terus-menerus dalam kekafiran dan berada dalam keingkaran kepada Nabi, sehingga tidak dapat diharapkan iman dari mereka. Mereka itu ada yang kedudukannya sebagai pemimpin yang selalu dengki kepada Rasulullah, membantah setiap ayat yang juga tertulis dalam Taurat yang menjadi saksi atas kebenarannya, padahal mereka dalam hati kecilnya meyakini bahwa Muhammad itu betul-betul utusan Allah, sehingga mengenal Nabi Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Yang menjadi pengikut-pengikut mereka adalah orang-orang yang dalam keadaan membabi buta mengikuti saja pemimpin-pemimpinnya dan tidak mau melihat bukti-bukti yang disebutkan dalam kitab mereka.

Dalam ayat ini Allah menyamakan mereka itu dengan binatang, bahkan lebih sesat dari binatang, karena binatang-binatang itu ada manfaatnya bagi manusia, sedang mereka itu sama sekali tidak ada manfaatnya bagi dirinya maupun bagi orang lain. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya: “Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya. (al-Furqan/25: 44).

Perumpamaan paling buruk untuk orang kafir, mahluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk, ini bukan masalah kebencian muslim terhadap orang kafir, bukan masalah intoleransi tapi perumpamaan yang disampaikan al Quran.
Al-Qur’an dalam beberapa ayat menggunakan perumpamaan yang sangat buruk untuk menggambarkan orang-orang kafir;

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apa.” (QS. Al-Anfal: 22)

Ayat ini bukanlah ungkapan kebencian atau intoleransi, tetapi lebih kepada peringatan terhadap bahaya mengingkari kebenaran yang sudah jelas dan melalaikan akal serta hati dalam menerima hidayah Allah. Lebih parah mereka yang mendustakan ayat ayat Allah kekal di neraka.

وَا لَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  بِاٰ يٰتِنَا  هُمْ  اَصْحٰبُ  الْمَشْئَـمَةِ

“Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.” (QS. Al-Balad 90: Ayat 19)

عَلَيْهِمْ  نَا رٌ  مُّؤْصَدَةٌ
“Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.” (QS. Al-Balad 90: Ayat 20)

Doa Meminta Perlindungan dari Kekafiran
Doa ini bisa menjadi bagian dari permohonan kepada Allah agar kita terhindar dari kekafiran dan terus berada di jalan-Nya yang benar:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idh hadaytanaa wahab lanaa min ladunka rahmah, innaka antal wahhaab.”

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)