Sifat Jelek Yahudi; Mengadakan Perjanjian lalu Mengkhianatinya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اَلَّذِيْنَ  عَاهَدْتَّ  مِنْهُمْ  ثُمَّ  يَنْقُضُوْنَ  عَهْدَهُمْ  فِيْ  كُلِّ  مَرَّةٍ  وَّهُمْ  لَا  يَـتَّـقُوْنَ

“(Yaitu) orang-orang yang terikat perjanjian dengan kamu, kemudian setiap kali berjanji mereka mengkhianati janjinya, sedang mereka tidak takut (kepada Allah).” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 56)

Salah satu sifat jelek yahudi, mengadakan perjanjian lalu mengkhianatinya

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Orang-orang Yahudi telah beberapa kali mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin tetapi mereka selalu mengkhianati janjinya dan mereka tidak takut kepada Allah dan berbagai akibat dari pengkhianatan itu. Setelah Nabi Muhammad hijrah ke Medinah, beliau mengadakan perjanjian dengan orang-orang Yahudi di Medinah. Dalam perjanjian itu, mereka dibiarkan menetap di Medinah dengan tetap memeluk agamanya, dan mereka diberi jaminan keamanan bagi dirinya dan harta bendanya. Dengan ini Nabi ikut menjaga keamanan Medinah dari musuh. Tetapi masing-masing kabilah Yahudi itu melanggar perjanjian tersebut.

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, bahwa orang-orang Yahudi Medinah yang melanggar janji adalah kabilah Bani Quraidhah. Mereka telah melanggar janjinya kepada Rasulullah, karena memberi bantuan senjata kepada orang-orang kafir Quraisy waktu Perang Badar. Kemudian mereka berkata, “Kami terlupa dan merasa berbuat kesalahan.” Lalu Rasulullah mengadakan perjanjian kedua, tetapi dilanggar pula dengan menghasut orang, agar memerangi Rasullah ketika terjadi Perang Khandak. Salah seorang pemimpin mereka sengaja datang ke Mekah mengadakan perjanjian dengan orang-orang Quraisy untuk bersama-sama memerangi Nabi Muhammad.

Salah satu sifat jelek yahudi, mengadakan perjanjian lalu mengkhianatinya, kalau pada seseorang atau kaum yang berperilaku seperti ini, membuat/ menawarkan janji terus mengkhianatinya itu sudah melabelkan pada dirinya dan kaumnya memiliki sifat yahudi. Islam menekankan pentingnya menepati janji dan menjaga amanah. Perilaku melanggar janji atau mengkhianati perjanjian bukanlah perilaku yang dianjurkan dalam ajaran Islam maupun dalam banyak agama atau sistem nilai lainnya. Setiap individu atau bangsa diharapkan memiliki integritas dalam setiap tindakan, terutama ketika berhadapan dengan perjanjian.

Doa agar Selalu Menepati Janji:

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami hati yang tulus, kuatkanlah jiwa kami untuk senantiasa menepati janji yang kami buat. Lindungilah kami dari godaan untuk berkhianat dan dari hal-hal yang bisa menjauhkan kami dari kejujuran. Tuntunlah kami agar selalu memegang amanah dan jadikanlah kami orang-orang yang dapat dipercaya. Amin.”