Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِ ذَا قِيْلَ لَهُمْ تَعَا لَوْا اِلٰى مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَاِ لَى الرَّسُوْلِ رَاَ يْتَ الْمُنٰفِقِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْكَ صُدُوْدًا
“Dan apabila dikatakan kepada mereka, Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul, (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 61)
Orang Munafik menghalangi dengan keras untuk patuh kepada Rasul
Orang munafik mengakunya Islam, tapi karakternya menentang Islam.
Pengertian Munafik Dalam Islam
Pengertian munafik dalam syara’ adalah orang yang menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang ada dalam batin. Apabila yang dia sembunyikan itu berupa pendustaan terhadap pokok-pokok iman maka dia adalah orang munafik tulen.
Hukum Munafik Dalam Islam
Hukumnya di akhirat hukum orang kafir. Namun terkadang lebih berat adzabnya karena dia menipu orang-orang mukmin dengan cara menampakkan keislamannya.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” [QS. an-Nisa: 145]
Namun bila yang dia sembunyikan adalah selain kekafiran kepada Allah, kitab-Nya, dan Rasul-Nya, maka itu hanyalah suatu bentuk maksiat kepada Allah. Dengan demikian dalam dirinya terdapat satu atau lebih cabang kemunafikan.
Karenanya, kemunafikan bertingkat-tingkat di dalam Islam. Hukum di akhirat bisa berbeda-beda sesuai tingkatan kemunafikannya.
Seorang Muslim bisa terjerumus ke dalam sebagian sifat orang munafik secara tidak sengaja merupakan hal yang sudah tidak diragukan lagi. Akan tetapi itu tidak menunjukkan bahwa dia adalah orang munafik.
Orang yang terkena sebagian dari sifat-sifat ini maka dia berkewajiban untuk membersihkan dirinya dari sifat-sifat tersebut sebelum berkembang, bertambah dan semakin menyebar dalam dirinya. Wajib untuk waspada terhadap pintu-pintu masuk setan.
Setan membuat orang yang memiliki dosa dan akhlak yang menyimpang merasa bahwa sesungguhnya dirinya adalah orang munafik sehingga merasa harus menjauh dari orang-orang shalih. Akibatnya musibah yang menimpanya menjadi berlipat.
Semoga kita terhindar dari sifat sifat munafik.