Munafik; Menjadi Pengecut ketika Diajak Berjihad

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِ ذَاۤ  اُنْزِلَتْ  سُوْرَةٌ  اَنْ  اٰمِنُوْا  بِا للّٰهِ  وَجَاهِدُوْا  مَعَ  رَسُوْلِهِ  اسْتَـأْذَنَكَ  اُولُوا  الطَّوْلِ  مِنْهُمْ  وَقَا لُوْا  ذَرْنَا  نَكُنْ  مَّعَ  الْقٰعِدِيْنَ
“Dan apabila diturunkan suatu surah (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik), Berimanlah kepada Allah dan berjihadlah bersama Rasul-Nya, niscaya orang-orang yang kaya dan berpengaruh di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tinggal di rumah).”(QS. At-Taubah 9: Ayat 86)
Ketika diperintahkan untuk berjihad, orang-orang munafik memperlihatkan kelemahan iman dan sifat pengecut mereka
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bagaimana lemahnya iman orang-orang munafik dan bagaimana pengecutnya mereka. Bukan saja terdapat pada orang-orang biasa, tetapi juga pada orang-orang kaya. Kalau ada surah turun yang ayat-ayatnya memerintahkan agar beriman dan berjihad bersama Rasulullah, orang-orang kaya dari mereka buru-buru datang menghadap Rasulullah, meminta izin agar tidak ikut berjihad dan berperang. Mereka tidak malu membuat alasan yang dibuat-buat untuk menguatkan permohonan mereka kepada Rasulullah saw, padahal mereka mampu dan kuat untuk berjihad dari segi kesehatan dan kemampuan. Dengan enteng, mereka mengatakan biarlah kami tinggal di rumah bersama orang-orang lemah yang tidak ikut berperang.
Cara-cara yang demikian itu menunjukkan bahwa mereka lebih mencintai kesenangan dan harta benda mereka daripada mencintai Allah dan Rasul-Nya. Hal yang serupa ini dijelaskan pula oleh Allah swt dalam firman-Nya:
Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?” Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka ( Muhammad/47: 20).
Allah SWT menggambarkan sifat orang-orang munafik yang sangat pengecut dan takut terhadap jihad serta kematian.
 يَنظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ….
“…Memandangmu seperti seperti orang yang pingsan karena takut mati. (QS ;Muhammad 47:20).
Ayat ini menunjukkan bahwa kaum munafik sangat takut terhadap risiko dan konsekuensi jihad di jalan Allah. Mereka berpura-pura beriman, tetapi dalam hati mereka penuh keraguan dan ketakutan. Ketika diperintahkan untuk berjihad, mereka menunjukkan kepengecutan yang luar biasa, bahkan seakan-akan mereka sudah hampir mati hanya dengan mendengar seruan jihad.
Sifat pengecut mereka juga dijelaskan dalam ayat lain, seperti dalam Surah Al-Baqarah (2:8-12) dan At-Taubah (9:56-57), yang menggambarkan bahwa mereka lebih memilih keselamatan dunia dan selalu mencari alasan untuk menghindari perjuangan di jalan Allah.
Allah menjelaskan bahwa kaum munafik hanya ingin keuntungan duniawi dan takut kehilangan nyawa serta harta benda mereka, sehingga mereka mencari berbagai dalih untuk menghindari kewajiban jihad.
Pelajaran dari ayat ini:
  1. Keimanan yang sejati akan menghadirkan keberanian dalam menghadapi ujian dan pengorbanan di jalan Allah.
  2. Orang munafik selalu mencari alasan untuk menghindari tanggung jawab dalam agama.
  3. Kita harus berhati-hati agar tidak memiliki sifat kemunafikan dengan lebih mencintai dunia daripada akhirat.
Semoga kita dijauhkan dari sifat-sifat munafik dan diberi keberanian dalam menjalankan perintah Allah.