Meminta Petunjuk kepada Sesuatu yang tidak Dapat Memberikan Solusi Apapun

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمَا  لِيَ  لَاۤ  اَعْبُدُ  الَّذِيْ  فَطَرَنِيْ  وَاِ لَيْهِ  تُرْجَعُوْنَ
”
وَاِ نْ  تَدْعُوْهُمْ  اِلَى  الْهُدٰى  لَا  يَتَّبِعُوْكُمْ  ۗ سَوَآءٌ  عَلَيْكُمْ  اَدَعَوْتُمُوْهُمْ  اَمْ  اَنْـتُمْ  صٰمِتُوْنَ

“Dan jika kamu (wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 193)

Meminta petunjuk kepada sesuatu yang tidak bisa memberikan solusi apapun

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah SWT menyatakan dalam ayat ini kepada kaum musyrikin bahwa jika mereka memohon kepada berhala-berhala itu agar memberi petunjuk kepada mereka sebagaimana mereka memohon kepada Allah agar memberi kebaikan, tentulah berhala-berhala itu tidak dapat memberi petunjuk ke jalan yang menuju cita-cita mereka atau ke jalan yang menuju keselamatan mereka dari kesulitan dan kesukaran yang menimpa mereka. Berhala-berhala itu tidak dapat mengikuti keinginan mereka, dan tidak pula memperkenankan permohonan mereka. Keadaannya sama saja apakah penyembah-penyembah berhala itu memohon sesuatu kepada berhala itu ataukah mereka tidak minta apa-apa. Berhala itu tidak akan paham permohonan mereka, tidak mendengar dan tidak pula memikirkan apa yang diucapkan kepada mereka.

Patutkah sesuatu yang memiliki sifat-sifat di atas itu disembah. Seharusnya yang disembah itu ialah Allah Yang memberi manfaat kepada yang menyembah-Nya. Yang memberi hukuman kepada yang berbuat maksiat kepada-Nya. Yang menghancurkan musuh-musuh-Nya. Yang memberikan petunjuk kepada yang taat kepada-Nya, dan mendengarkan doa-doa orang-orang yang berdoa kepada-Nya.
Saking pentingnya untuk tidak menyekutukan Allah, manusia diingatkan dalam doa iftitah untuk tidak menyekutukan Allah SWT ;

لَا  شَرِ يْكَ  لَهٗ  ۚ وَبِذٰلِكَ  اُمِرْتُ  وَاَ نَاۡ  اَوَّلُ  الْمُسْلِمِيْنَ

“tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).” (QS. Al-An’am 6: Ayat 163)

Muslim hendaknya berhati-hati agar tidak terjatuh ke dalam dosa syrik. Perbuatan ini dapat menghapuskan seluruh amalan seorang hamba.

لَٮِٕنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَـٰسِرِينَ

“Jika engkau (wahai Muhammad) berbuat kesyirikan, maka akan gugur seluruh amalanmu dan engkau benar-benar akan terma-suk orang yang merugi” (Az-Zumar ayat 65)

Muslim diperintahkan untuk senantiasa bertauhid kepada Allah ﷻ dan menjauhi kesyirikan. Di samping itu, muslim juga dapat memanjatkan doa agar terlindung dari syirik.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allahumma inni a’uzubika an usyrika bika wa ana a’lamu wa astaghfiruka lima la a’lamu.

Ya Allah, aku berlindung kepadaMu agar aku tidak menyekutukanMu sedang aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepadaMu atas perbuatan yang tidak aku ketahui.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod).