6 Faktor yang Menyebabkan Manusia bisa Tersesat

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  الَّذِيْنَ  تَدْعُوْنَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  عِبَا دٌ  اَمْثَا لُـكُمْ  فَا دْعُوْهُمْ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا  لَـكُمْ  اِنْ كُنْتُمْ  صٰدِقِيْنَ

“Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru selain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka, serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 194)

Sungguh amat sesat pikiran orang-orang yang memandang bahwa benda mati itu punya daya dan kekuatan seperti Tuhan Pencipta-Nya

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI di jelaskan bahwa ayat ini ditandaskan bahwa sesembahan selain Allah yang menjadi tujuan doa kaum musyrikin itu sebenarnya makhluk seperti mereka. Doa adalah pengharapan dan permintaan dari orang yang mengucapkan kepada siapa saja yang dipandangnya mempunyai kekuatan yang lebih besar dari dia untuk memenuhi pengharapan, baik untuk mendapatkan kemanfaatan ataupun untuk menolak kesusahan dan kerugian.

Mengapa mereka memanjatkan doa kepada berhala-berhala yang sebenarnya adalah makhluk Allah seperti mereka, yang tunduk kepada kudrat dan iradat Allah swt. Sangat tidak logis jika mereka memohon kepada berhala-berhala itu sesuatu yang mereka sendiri, dan juga berhala-berhala itu tidak dapat mencapainya. Seharusnya mereka memanjatkan doa kepada Allah Pencipta dan Pengatur segala sebab dan akibat dalam alam ini. Segala benda mati dan benda hidup di dalam alam ini semua tunduk kepada Sunnah-Nya.

Akan tetapi jika kaum musyrik itu meyakini bahwa kepercayaan mereka benar yaitu berhala itu mampu memberi kemanfaatan ataupun menolak kemudaratan yang tidak sanggup dikerjakan oleh manusia, biarlah mereka berdoa kepada berhala itu kalau doa itu memang dapat dikabulkan oleh berhala itu. Sungguh amat sesat pikiran orang-orang yang memandang bahwa benda mati itu punya daya dan kekuatan seperti Tuhan Pencipta-Nya.
Kesesatan atau ketidakwarasan seperti hal biasa di masyarakat.

Kesesatan atau ketidakwarasan dalam masyarakat bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  1. Informasi yang Salah.Penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks dapat mempengaruhi cara berpikir seseorang, terutama jika informasi tersebut sudah tersebar luas.
  2. Kesejahteraan Sosial. Kondisi ekonomi dan sosial yang buruk dapat membuat individu lebih rentan terhadap ideologi ekstrem atau kepercayaan yang tidak rasional.
  3. Pendidikan. Kurangnya pendidikan atau akses ke pendidikan yang berkualitas dapat membatasi kemampuan seseorang untuk berpikir kritis dan menilai informasi secara rasional.
  4. Pengaruh Sosial dan Budaya. Tekanan dari kelompok sosial atau budaya bisa mempengaruhi individu untuk mengikuti norma atau kepercayaan tertentu, meskipun tidak rasional.
  5. Kesehatan Mental. Gangguan kesehatan mental bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dengan jelas dan rasional.
  6. Media dan Teknologi. Penggunaan media sosial dan teknologi sering kali memicu polaritas, di mana individu hanya terpapar pada informasi yang sejalan dengan pandangan mereka.

Doa untuk Perlindungan dari Kesalahan:
“Allahumma inni a’udhu bika min al-jahl wa min al-khata”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebodohan dan kesalahan”