Berhala tidak Dapat Memberikan Pertolongan dan Manfaat

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَلَا  يَسْتَطِيْعُوْنَ  لَهُمْ  نَـصْرًا  وَّلَاۤ  اَنْفُسَهُمْ  يَنْصُرُوْنَ

“Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.” (QS. Al-A’raf 7: 192)

Dalam tafsir lengkap
Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini seperti ayat-ayat yang lalu menggambarkan penyembah-penyembah berhala pada umumnya, termasuk kemusyrikan Arab Mekah. Allah menjelaskan bahwa sembahan-sembahan kaum musyrikin itu tidak punya kesanggupan apa-apa, baik dalam memberi pertolongan terhadap diri mereka sendiri, ketika terjadi serangan dari musuh kepada penyembah-penyembah itu, ataupun mereka ditimpa oleh malapetaka, patung-patung itu tidak dapat memberikan pertolongan.

Bahkan bila ada seseorang mengotori patung-patung itu atau mencuri perhiasannya, niscaya patung itu tidak dapat membela dirinya sendiri. Demikianlah patung-patung itu hanya disembah dan dibela, tetapi menyembah itu tak dapat imbalan apa-apa dari patung itu

اِنَّمَا  تَعْبُدُوْنَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  اَوْثَا نًا  وَّتَخْلُقُوْنَ  اِفْكًا  ۗ اِنَّ  الَّذِيْنَ  تَعْبُدُوْنَ  مِنْ  دُوْنِ  اللّٰهِ  لَا  يَمْلِكُوْنَ  لَـكُمْ  رِزْقًا  فَا بْتَغُوْا  عِنْدَ  اللّٰهِ  الرِّزْقَ  وَا عْبُدُوْهُ  وَا شْكُرُوْا  لَهٗ  ۗ اِلَيْهِ  تُرْجَعُوْنَ

“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 17).

اِذْ  قَا لَ  لِاَ بِيْهِ  يٰۤـاَبَتِ  لِمَ  تَعْبُدُ  مَا  لَا  يَسْمَعُ  وَلَا  يُبْصِرُ  وَ  لَا  يُغْنِيْ  عَنْكَ  شَيْـئًـا

“(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?” (QS. Maryam 19: Ayat 42)

Berhala adalah objek atau figur yang disembah sebagai sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan atau otoritas, baik dalam konteks agama maupun budaya. Dalam banyak kepercayaan, berhala bisa berupa patung, gambar, atau benda lainnya yang dianggap memiliki kekuatan spiritual atau sebagai perantara antara manusia dan kekuatan gaib.

Berhala adalah objek atau figur yang disembah selain Allah. Islam mengajarkan tauhid, yaitu keesaan Tuhan, dan melarang penyembahan kepada selain Allah. Oleh karena itu, berhala dalam Islam dianggap sebagai bentuk kesyirikan, yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, lindungilah kami dari segala bentuk kesyirikan dan kekeliruan dalam beribadah. Jauhkanlah kami dari penyembahan kepada selain-Mu dan bimbinglah kami untuk selalu teguh dalam Tauhid. Kuatkanlah iman kami dan istiqamahkanlah kami di jalan-Mu. Semoga kami senantiasa dalam lindungan-Mu dan diberi petunjuk untuk mengikuti ajaran-Mu dengan benar.