Membangun Kepribadian yang Jujur seperti Malaikat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ  اَتَيْنٰكَ  بِا لْحَـقِّ  وَاِ نَّا  لَصٰدِقُوْنَ

“Dan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sungguh, kami orang yang benar.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 64)

Membangun Kepribadian yang Jujur seperti Malaikat

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI: Dan jangalah engkau ragukan maksud kedatangan kami. Kami datang kepadamu dengan membawa kebenaran yang membuktikan kebenaran yang engkau sampaikan kepada mereka dan kesalahan mereka menolak ajakanmu untuk beriman kepada Allah. Dan sungguh, Kami adalah orang yang benar dalam ucapan dan perbuatan kami.

Karakter malaikat sebagai makhluk yang selalu taat kepada Allah dan tidak pernah menyimpang dari perintah-Nya dapat menjadi salah satu pelajaran yang diambil dari QS. Al-Hijr:64, meskipun bukan inti utama ayat tersebut.

Inti utama Al-Hijr ayat 64

Ayat ini menegaskan bahwa malaikat datang membawa kebenaran dari Allah, bukan berdasarkan pendapat atau kehendak mereka sendiri. Apa yang mereka sampaikan pasti benar karena bersumber dari Allah Yang Maha Benar.

Tadabur dari Al-Hijr ayat 64

Beberapa pelajaran yang dapat diambil adalah:

1. Malaikat adalah utusan Allah yang dapat dipercaya. Mereka tidak berdusta, tidak menambah atau mengurangi wahyu maupun perintah Allah.

2. Kebenaran berasal dari Allah. Seorang mukmin hendaknya menjadikan wahyu sebagai standar kebenaran, bukan sekadar perasaan, opini, atau mayoritas.

3. Integritas adalah sifat yang mulia. Jika malaikat selalu membawa kebenaran, maka orang beriman juga harus dikenal sebagai pribadi yang jujur, dapat dipercaya, dan menyampaikan informasi apa adanya.

4. Janji dan peringatan Allah pasti benar. Kabar gembira bagi orang yang taat dan ancaman bagi orang yang durhaka bukanlah sesuatu yang perlu diragukan.

5. Ucapan yang benar menenangkan hati. Nabi Ibrahim akhirnya memahami bahwa tamu-tamunya benar-benar membawa keputusan Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran dan kebenaran juga menjadi sumber ketenangan dan kepercayaan.

Malaikat adalah utusan Allah yang selalu membawa kebenaran dan tidak pernah menyimpang dari perintah-Nya; karena itu, orang beriman hendaknya menjadikan kebenaran dan kejujuran sebagai karakter hidupnya.

Doa agar Allah meneguhkan hati di atas kebenaran, menjadikan kita pribadi yang jujur, serta menjaga lisan dan perbuatan dari kebatilan.

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الصَّادِقِينَ.

Allāhumma arinā al-ḥaqqa ḥaqqan warzuqnā ittibā’ah, wa arinā al-bāṭila bāṭilan warzuqnā ijtinābah, waj‘alnā minaṣ-ṣādiqīn.

“Ya Allah, perlihatkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan anugerahkanlah kami kemampuan untuk mengikutinya. Perlihatkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan anugerahkanlah kami kemampuan untuk menjauhinya. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang jujur.”