Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَمَا عَلَى الَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ مِنْ حِسَا بِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ وَّلٰـكِنْ ذِكْرٰ ى لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ
“Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 69)
Larangan mengolok-ngolok al Quran, kewajiban mengingatkan kepada musyrik untuk tidak mengolok-ngolok Al Quran
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin yang bertakwa kepada Allah tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang-orang musyrik yang memperolokkan ayat-ayat Allah dan mereka tidak akan menanggung dosa orang musyrik. Mereka berkewajiban memberi peringatan kepada kaum musyrik yang berbuat demikian, untuk tidak lagi memperolokkan ayat-ayat Allah.
Kewajiban untuk mengingatkan supaya tidak memperolok olok ayat ayat Allah, apalagi ikut tertawa tawa dengan olok olok mereka.
Ayat dalam surat al-An’am:68-69 di atas turun di Mekkah di saat umat Islam dalam kondisi lemah, dan karenanya dituntut untuk berpaling dari mereka yang melecehkan Al-Qur’an, dan tidak mengapa kalau lupa duduk satu majelis dengan para penista Al-Qur’an karena umat Islam tidak menanggung dosa para penista tersebut, namun dalam surat al-Nisa yang turun di Madinah di saat umat Islam sudah dalam posisi kuat maka diminta memutuskan hubungan sama sekali dengan penista Al-Qur’an agar tidak serupa dengan mereka.
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِى الْـكِتٰبِ اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ اٰيٰتِ اللّٰهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوْا مَعَهُمْ حَتّٰى يَخُوْضُوْا فِيْ حَدِيْثٍ غَيْرِهٖۤ ۖ اِنَّكُمْ اِذًا مِّثْلُهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ جَا مِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَا لْكٰفِرِ يْنَ فِيْ جَهَـنَّمَ جَمِيْعًا
“Dan sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu di dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk bersama mereka sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di Neraka Jahanam,” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 140)
Memperolok olok ayat ayat quran termasuk dosa besar dan nabi tidak memaafkan serta tidak menggubrisnya.
Diriwayatkan dari lbnu Umar, Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Qatadah secara ringkas. Ketika dalam peristiwa perang Tabuk ada orang-orang yang berkata, “Belum pernah kami melihat seperti para ahli baca Al-Qur`an ini, orang yang lebih buncit perutnya, lebih dusta lisannya dan lebih pengecut dalam peperangan”. Maksudnya, menunjuk kepada Rasulullah Saw. Dan para sahabat yang ahli baca Al Qur`an. Maka berkatalah Auf bin Malik kepadanya: “Omong kosong yang kamu katakan. Bahkan kamu adalah munafik. Niscaya akan aku beritahukan kepada Rasulullah Saw. ”.
Lalu pergilah Auf kepada Rasulullah Saw. untuk memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Tetapi sebelum ia sampai, telah turun wahyu Allah kepada beliau. Ketika orang itu datang kepada Rasulullah Saw., beliau telah beranjak dari tempatnya dan menaiki untanya. Maka berkatalah dia kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah! Sebenarnya kami hanya bersenda-garau dan mengobrol sebagaimana obrolan orang-orang yang bepergian jauh untuk pengisi waktu saja dalam perjalanan kami”. Ibnu Umar berkata, ”Sepertinya aku melihat dia berpegangan pada sabuk pelana unta Rasulullah Saw., sedangkan kedua kakinya tersandung-sandung batu sambil berkata: “Sebenarnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja”. Lalu Rasulullah Saw. bersabda kepadanya: “Apakah terhadap Allah, ayat-ayatNya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
Candaan dan olok olok terhadap ayat quran dan kepada rassul sering ditemukan di masyarakat kita padahal mereka muslim, ini termasuk dosa besar.
Dalam acara hiburan, lawak atau stand up comedy, suka ada lawakan lawakan yang melecehkan ayat ayat al Quran atau menistakannya dan penonton ikut tertawa terbahak bahak. Obrolan obrolan ringan, supaya kumpulan orang tertawa terbahak bahak, suka ada obrolan yang berifat fasik dan rofas, menyerempet kemaksiatan, melecehkan nabi dan ayat ayat Quran.
Semoga kita selalu berada pada lingkungan yang baik, yang tidak menjadikan ayat ayat Quran sebagai olok olok dan candaan.