Kelahiran Nabi Muhammad adalah Bukti Terkabulnya Doa Nabi Ibrahim & Ismail

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا  وَا بْعَثْ  فِيْهِمْ  رَسُوْلًا  مِّنْهُمْ  يَتْلُوْا  عَلَيْهِمْ  اٰيٰتِكَ  وَيُعَلِّمُهُمُ  الْكِتٰبَ  وَا لْحِكْمَةَ  وَ  يُزَكِّيْهِمْ   ۗ اِنَّكَ  اَنْتَ  الْعَزِ يْزُ  الْحَكِيْمُ
“Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 129)

Ini merupakan doa Nabi Ibrahim dan Ismail. Dan yang dimaksud dalam ayat ini adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Jumuah ayat 2 yang artinya: “Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul dari kalangan mereka sendiri.”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dari kalangan bani Qurais, tapi diutus untuk seluruh umat manusia sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-A’raaf ayat 158 yang artinya: “Katakanlah: ‘Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah rasul Allah bagi kalian semua.”
Nabi Ibrahim, nabi Ismail berdoa supaya ada utusan nabi berikutnya, nabi Adam juga berdoa dan bertobat bertawasul kepada Nabi Muhammad SAW.
Kesalahan yang dilakukan Adam dan Hawa adalah melanggar larangan Allah SWT untuk memakan buah khuldi saat berada di dalam surga. Oleh karena itu, Nabi Adam membaca doa untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

Nabi Adam memanjatkan doa: “Robbana dholamna Anfusana wa inlm taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin,” artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi,”.

Imam At-Thabari dalam Tafsir-nya menyebutkan bahwa maksud dari kata ‘menzalimi diri kami sendiri’ merupakan kalimat penyesalan karena telah melakukan keburukan yang justru merugikan diri sendiri, ini menunjukkan bahwa saat seseorang melakukan keburukan, ternyata akan merugikan dirinya sendiri. Selain itu, dalam doa nabi Adam tersebut juga meminta agar taubatnya diterima. Kalimat ‘wa tarhamna lanakunanna minal khasirin,’ menunjukkan jika Nabi Adam dan Hawa tidak diampuni, maka mereka akan menjadi hamba yang merugi.

Allah SWT kemudian menjawab doa Nabi Adam: “Hai Adam, Aku telah terima taubatmu dan telah Aku ampuni dosamu. Tidak ada seorang pun di antara keturunanmu yang berdoa dengan doa sepertimu kecuali Aku ampuni dosa-dosanya, Aku angkat kesedihan dan kesulitannya, Aku cabut kefakiran dari dirinya, Aku niagakan dia melebihi perniagaan semua saudagar, Aku tundukkan dunia di hadapannya meskipun dia tidak menghendakinya.”

Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Ad-Durul Mantsûr fît Tafsîril Ma’tsûr mengutip riwayat bahwa sebelum memanjatkan doa, Nabi Adam bermunajat: “Ya Allah, jika Aku memohon kepada-Mu dengan nama Muhammad, apakah Engkau sudi mengampuni dosaku?”

Allah menjawab, “Siapa Muhammad?”. Adam berkata, “Maha Suci Engkau, ketika Engkau ciptakan aku, aku tengadahkan wajahku menghadap arasy-Mu dan di sana tertulis kalimat ‘Laa ilaaha Illallah’, maka Aku tahu bahwa tidak ada seorang pun yang lebih tinggi derajatnya di sisi-Mu kecuali dia yang namanya bersanding dengan nama-Mu.”

Allah menjawab, “Hai Adam, dia adalah nabi terakhir dari keturunanmu. Jika bukan karena dia, aku tidak akan menciptakanmu.

Begitu juga pendapat Imam Jalaluddin Al-Suyuthi waktu menjelaskan makna surah Al-Baqarah [2]:37
فَتَلَقّٰۤى  اٰدَمُ  مِنْ  رَّبِّهٖ  كَلِمٰتٍ  فَتَا بَ  عَلَيْهِ   ۗ اِنَّهٗ  هُوَ  التَّوَّا بُ  الرَّحِيْمُ
“Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”
hadis tentang taubatnya nabi Adam a.s. dengan tawasul pada Rasulallah SAW. dan dari sumber lainnya. Nabi Adam A.S manusia pertama, sudah diajarkan oleh Allah SWT. agar taubat- nya bisa diterima dengan bertawasul pada Habibullah Nabi Muhamad SAW., yang mana beliau belum dilahirkan di alam wujud ini.

أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ
“Ya Alloh! Limpahkanlah sholawat kepada Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya.