Hikmah dari Keteladanan Hubungan antara Nabi Ibrahim & Ismail

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ  يَرْفَعُ  اِبْرٰهٖمُ  الْقَوَا عِدَ  مِنَ  الْبَيْتِ  وَاِ سْمٰعِيْلُ   ۗ رَبَّنَا  تَقَبَّلْ  مِنَّا     ۗ اِنَّكَ  اَنْتَ  السَّمِيْعُ  الْعَلِيْمُ
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 127)

Contoh yang baik, kolaborasi bapa dan anak…dan dalam al Quran hanya ada dua nabi yang khusus disebutkan uswatun khasanah, contoh yang baik, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW.

Dan Nabi Ibrahim telah memberikan contoh;
1. Tidak otoriter
2. Ketaatan yang yang luar biasa
3. Orang tua yang selalu mendoakan anaknya
4. Akidah yang kuat, agar anak terhindar dari kemusrykan.

1.Tidak Otoriter, mengajak musyawarah.

Ada musyawarah, nabi Ibrahim menyampaikan mimpinya, dan meminta pendapat nabi Ismail

فَلَمَّا  بَلَغَ  مَعَهُ  السَّعْيَ  قَا لَ  يٰبُنَيَّ  اِنِّيْۤ  اَرٰ ى  فِى  الْمَنَا مِ  اَنِّيْۤ  اَذْبَحُكَ  فَا نْظُرْ  مَا ذَا  تَرٰ ى   ۗ قَا لَ  يٰۤاَ بَتِ  افْعَلْ  مَا  تُؤْمَرُ   ۖ سَتَجِدُنِيْۤ  اِنْ  شَآءَ  اللّٰهُ  مِنَ  الصّٰبِرِ يْنَ
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu! Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 102)

2. Ketaatan yang luar biasa.

فَلَمَّاۤ  اَسْلَمَا  وَتَلَّهٗ  لِلْجَبِيْنِ
“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).”
(QS. As-Saffat 37: Ayat 103)

3. Orang tua yang selalu mendoakan

DOA NABI IBRAHIM MEMOHON KETURUNAN YANG MENDIRIKAN SHALAT

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim: 40)

4. Akidah yang kuat, berdoa untuk anak cucu supaya terhindar dari kemusryikan.

وَاِ ذْ  قَا لَ  اِبْرٰهِيْمُ  رَبِّ  اجْعَلْ  هٰذَا  الْبَلَدَ  اٰمِنًا  وَّا جْنُبْنِيْ  وَبَنِيَّ  اَنْ  نَّـعْبُدَ  الْاَ صْنَا مَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 35).

Alangkah indahnya hubungan orang tua dan anak, seperti nabi Ibrahim dan nabi Ismail.
Semoga kita bisa meneladani indahnya hubungan nabi Ibrahim dan nabi Ismail.