Allah SWT berfirman;
وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ فَتَكُوْنَ مِنَ الْخٰسِرِ يْنَ
“dan janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, nanti engkau termasuk orang yang rugi.” (QS. Yunus 10: Ayat 95)
Jangan termasuk orang yang mendustakan ayat ayat Allah
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menegaskan lagi agar Muhammad dan kaum Muslimin jangan termasuk golongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, karena perbuatan tersebut akan menimbulkan kerugian besar bagi orang yang melakukannya di dunia dan di akhirat.
Kategori atau bentuk “mendustakan ayat-ayat Allah” mencakup:
1. Mengingkari Kebenaran Ayat Al-Qur’an
•Tidak mempercayai bahwa ayat-ayat tersebut berasal dari Allah.
•Menolak isi kandungannya, meski telah sampai dengan jelas dan benar.
2. Menolak atau Membantah Bukti-Bukti Keesaan Allah
•Mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta (ayat kauniyah).
•Menolak hujjah atau dalil yang menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya.
3. Tidak Mengamalkan Ayat
•Mengetahui dan mengakui kebenaran ayat, tetapi tidak mengamalkannya (secara sengaja).
•Contohnya: tahu bahwa mencuri haram, tetapi tetap dilakukan tanpa rasa salah.
4. Membuat Olok-Olok atau Meremehkan Ayat
•Menjadikan ayat-ayat Allah bahan ejekan atau permainan.
•Menertawakan isi atau hukum dalam Al-Qur’an.
5. Membelokkan Makna Ayat dengan Sengaja
•Menafsirkan ayat untuk kepentingan pribadi atau kelompok dengan menyimpang dari makna yang benar.
•Termasuk dalam kategori tafsir yang sesat (ta’wil batil).
Dalam ayat ini, Allah memperingatkan bahwa konsekuensi dari mendustakan ayat-ayat-Nya adalah kerugian besar (الخاسرين). Ini bisa berarti:
•Kerugian iman (termasuk dalam golongan kafir),
•Kerugian amal (amal tertolak),
•Kerugian akhirat (masuk neraka dan tidak mendapat rahmat Allah).
QS. Al-A’raf: 23 – Doa Nabi Adam;
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”