Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
ذٰلِكَ لِيَـعْلَمَ اَنِّيْ لَمْ اَخُنْهُ بِا لْغَيْبِ وَاَ نَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ كَيْدَ الْخَـآئِنِيْنَ
“(Yusuf berkata), Yang demikian itu agar dia (Al ‘Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.” (QS. Yusuf 12: Ayat 52)
Pembelaan diri dilakukan untuk menegakkan amanah dan kejujuran di hadapan Allah dan manusia
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan pengakuan istri al-Aziz yang terus-terang mengatakan bahwa dialah yang bersalah, dialah yang menggoda, tetapi Yusuf tetap enggan dan berpaling, karena takut kepada Tuhannya. Semuanya itu menjadi bukti tentang kejujurannya. Ia tidak mau berdusta terhadap Yusuf walaupun Yusuf dalam penjara. Juga supaya diketahui oleh suaminya, bahwa dia berterus-terang seperti itu menunjukkan bahwa dia bersih, terpelihara dari perbuatan keji, karena kekuatan iman Yusuf. Istrinya tidak mau dituduh pengkhianat, sebab Allah swt tidak akan memberi petunjuk kepada setiap pengkhianatan.
Dalam ayat 52, Nabi Yusuf menjelaskan tujuan ia meminta kasusnya dibuka kembali, yaitu:
– agar tuannya (Al-‘Aziz) mengetahui bahwa Yusuf tidak berkhianat ketika ia tidak berada di hadapannya,
– dan untuk menegaskan prinsip umum bahwa pengkhianatan tidak akan diberi keberkahan atau petunjuk oleh Allah.
Pembersihan nama baik dilakukan demi kejujuran dan amanah, bukan balas dendam, karena Allah tidak meridhai pengkhianatan.
Ibrah (pelajaran);
1. Kejujuran harus ditegaskan walau setelah lama dizalimi
2. Integritas lebih penting daripada keselamatan pribadi
3. Allah tidak membimbing tipu daya dan pengkhianatan, meski tampak berhasil sementara. Kalau kemaksiatan terlaksana itu bukan bimbingan Allah, tetapi setan menggoda, bukan membimbingnya, manusia bertanggung jawab atas pilihannya
QS. Yusuf: 52 menekankan niat lurus Nabi Yusuf dalam membela diri—bukan untuk menyudutkan orang lain, tetapi untuk menegakkan amanah dan kejujuran di hadapan Allah dan manusia.
Doa agar diberi kejujuran dan amanah
Karena Yusuf 52 menegaskan Allah tidak membimbing tipu daya:
اللَّهُمَّ اهْدِنِي لِلصِّدْقِ وَالأَمَانَةِ وَاصْرِفْ عَنِّي الْخِيَانَةَ وَالْمَكْرَ
“Ya Allah, tunjukilah aku kepada kejujuran dan amanah, dan palingkan dariku pengkhianatan dan tipu daya.”