Hikmah Dibalik Perang Uhud “Doa yang Diterima dan Ditolak”

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

لَيْسَ  لَكَ  مِنَ  الْاَ مْرِ  شَيْءٌ  اَوْ  يَتُوْبَ  عَلَيْهِمْ  اَوْ  يُعَذِّبَهُمْ  فَاِ نَّهُمْ  ظٰلِمُوْنَ

“Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 128)

Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ali ‘Imran Ayat 128

Kejadian yang menimpa umat islam dalam perang Uhud membuat nabi sangat terpukul. Hamzah bin Abdul Muthalib, paman nabi, gugur, dibelah perutnya dan dikeluarkan hatinya lalu dikunyah oleh hind binti utbah bin rabiah. Rasulullah juga terluka, gigi taringnya patah dan wajahnya berlumuran darah. Rasulullah lalu berdoa kepada Allah agar menghukum sebagian orang kafir, maka Allah menegaskan bahwa hal itu bukan menjadi urusanmu nabi Muhammad, apakah Allah berkehendak mengilhamkan penyesalan bagi mereka lalu mereka bertobat dan Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya atas kekafiran dan kejahatan mereka, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim yang pantas mendapatkan azab.

Doa nabi Muhammad ditolak Allah SWT agar menghukum orang kafir yang hampir saja menghancurkan umat Islam di Perang Uhud. Selain itu ada doa nabi yang ditolak Allah SWT. Aku telah memohon kepada Allah SWT tiga hal. Dari tiga hal itu, hanya dua hal yang Dia kabulkan sementara yang satu lagi ditolak,” katanya.

Dua doa yang dikabulkan tersebut yaitu,

  • Pertama, Rasulullah memohon agar Allah tidak membinasakan umatnya dengan musim susah (paceklik) yang berkepanjangan.
  • Kedua, memohon kepada Allah SWT agar umat Rasulullah jangan dibinasakan dengan bencana tenggelam.
  • Sementara itu, doa yang ditolak oleh Allah yaitu permohonan agar umat Rasulullah terbebas dari pertikaian sesama mereka (peperangan, percekcokan antara sesama umat Islam).
    Doa ini tertolak dan bisa dilihat dari masa ke masa umat Islam bertikai dengan umat Islam yang lain dan sering membuat kegaduhan antar sesama Islam.

Sampaikanlah kisah kisah untuk dijadikan ibrah (pelajaran)

فَا قْصُصِ  الْقَصَصَ  لَعَلَّهُمْ  يَتَفَكَّرُوْنَ

“Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 176)

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah kisah terdahulu.