Hidayah Dulu atau Taubat Dulu ?

Allah subhanahu wata’aala berfirman;

وَيَقُوْلُ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  لَوْلَاۤ  اُنْزِلَ  عَلَيْهِ  اٰيَةٌ  مِّنْ  رَّبِّهٖ  ۗ قُلْ  اِنَّ  اللّٰهَ  يُضِلُّ  مَنْ  يَّشَآءُ  وَيَهْدِيْۤ  اِلَيْهِ  مَنْ  اَنَا بَ

“Dan orang-orang kafir berkata, Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya? Katakanlah (Muhammad), Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 27)

Hidayah Allah datang kepada orang yang mau kembali kepada-Nya; ketika hati mulai bertobat, Allah akan membimbing langkahnya menuju kebaikan

Dalam tafsir Quraish Shihab di jelaskan bahwa sikap keras kepala orang-orang musyrik itu mendorong mereka untuk mengatakan, “Mengapa tidak diturunkan mukjizat lain kepada Muhammad?” Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, “Penyebab tidak berimannya kalian itu bukanlah kurangnya mukjizat, melainkan kesesatan kalian sendiri. Allah Swt. menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya, selama orang itu berjalan pada jalan kesesatan. Demikian pula, Allah akan memberi petunjuk kebenaran kepada siapa saja yang selalu kembali kepada Allah.

Secara umum para mufassir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan hubungan antara hidayah dan kembalinya hati kepada Allah.
– Orang yang mau kembali kepada Allah (bertaubat, mencari kebenaran) akan Allah beri hidayah.
– Sedangkan orang yang menolak dan menutup hati, Allah biarkan dalam kesesatan.

Jadi dalam ayat ini terlihat bahwa “kembali kepada Allah” menjadi sebab datangnya hidayah yang lebih besar.

Mana yang duluan hidayah dulu atau tobat dulu?

Dalam aqidah Islam sebenarnya dua hal ini saling berkaitan dan bertahap:

1. Hidayah awal (hidayah fitrah / ilham); Allah memberi manusia kesadaran untuk mencari kebenaran. Ini yang membuat seseorang ingin bertobat.

2. Tobat atau kembali kepada Allah; Ketika seseorang merespons panggilan itu, dia mulai mendekat kepada Allah.

3. Hidayah lanjutan (hidayah taufiq); Setelah itu Allah menambah hidayah, sehingga ia mampu istiqamah dan beramal saleh. Ini sesuai dengan ayat lain: QS Muhammad ayat 17 : “Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka.”

4. Analogi sederhana. Hidayah itu seperti cahaya lampu di jalan.
– Allah menyalakan cahaya awal agar kita melihat jalan.
– Jika kita melangkah menuju cahaya itu, Allah akan menambah terang sehingga jalan semakin jelas.
– Tetapi jika seseorang membelakangi cahaya, ia semakin gelap.

Hidayah Allah diberikan kepada orang yang mau kembali kepada-Nya; ketika seseorang bertobat dan mencari Allah, Allah akan membukakan jalan hidayah yang lebih besar. Doa Nabi agar Hati Ditetapkan dalam Hidayah

Doa yang sering dibaca oleh Nabi SAW ;

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.

“Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (Hadits riwayat Sunan At-Tirmidzi)