Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِلَّا الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنَ الرِّجَا لِ وَا لنِّسَآءِ وَا لْوِلْدَا نِ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ حِيْلَةً وَّلَا يَهْتَدُوْنَ سَبِيْلًا
“Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah),” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 98)
Menurut Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I
Tidak ada kemampuan untuk berjihrah.
Ayat ini menunjukkan bahwa barang siapa yang tidak sanggup menjalankan kewajiban, maka ia diberi udzur. Hal itu, karena Allah Subhaanahu wa Ta’aala tidaklah membebani kecuali sesuai kemampuannya. Akan tetapi, seseorang tidaklah diberi udzur kecuali setelah ia berusaha mengerahkan kemampuannya dan telah tertutup berbagai cara baginya.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَا قَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَا عْفُ عَنَّا ۗ وَا غْفِرْ لَنَا ۗ وَا رْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰٮنَا فَا نْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِ يْنَ
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 286).
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
Kewajiban berhijrah kalau berada di lingkungan kafir yang zalim, kalau uzur kewajiban itu menjadi tertangguhkan. Amal yang dibebankan kepada seseorang hanyalah yang sesuai dengan kesanggupannya. Agama Islam adalah agama yang tidak membebani manusia dengan beban yang berat dan sukar. Mudah, ringan dan tidak sempit adalah asas pokok dari agama Islam.
Alhamdulillah kita hidup di negara yang mayoritas muslim, tidak mungkin muslim menzalimi muslim yang lain sehingga umat muslimnya menjadi terzalimi
لَقَدْ كَا نَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚ جَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَا لٍ ۗ کُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَا شْكُرُوْا لَهٗ ۗ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ
“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’ 34: Ayat 15).
Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur menjadi kalimat yang menggambarkan betapa subur dan makmurnya Negeri Saba’. Alamnya indah dan penduduknya pun selalu bersyukur atas nikmat yang mereka terima.
Namun, kejayaan dan kemakmuran Negeri Saba’ harus berakhir saat kaumnya berpaling dan meninggalkan ketaatan kepada Allah SWT. Allah lalu menurunkan azab dan menghapus kenikmatan-kenikmatan yang sebelumnya mereka terima hingga memporakporandakan negeri itu.
Disampaikannya kisah itu melalui Al Quran tentu bukan tanpa alasan. Allah ingin memperingatkan umat Muslim untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh-Nya demi menciptakan negeri yang damai, makmur, dan sejahtera.
Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur merupakan kondisi negeri yang menjadi dambaan dan impian seluruh umat manusia. Negeri tersebut memiliki kriteria sebagai berikut:
Rassululloh sering mendawamkan do’a ;
“Allahumma la tusallith ‘alaina bi dzunubina man la yakhafuka wala yarhamuna”
“Ya Allah, janganlah kau pimpinkan atas kami orang yang tidak takut kepada-Mu dan tidak menyayangi kami”