Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَاُ ولٰٓئِكَ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّعْفُوَ عَنْهُمْ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَفُوًّا غَفُوْرًا
“Maka mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 99).
Ada udzur boleh tidak hijrah dan Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 99 menjelaskan bahwa mereka yang tertindas, yang sangat lemah, baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang karenanya mereka tidak berdaya dan tidak pula mengetahui jalan untuk berhijrah, maka mereka itu adalah orang-orang yang mudah-Mudahan Allah memaafkan mereka karena ketidakmampuan mereka untuk berhijrah, bukan karena pilihan dan kemauan mereka sendiri. Allah senantiasa maha pemaaf atas segala kesalahan mereka, dan maha pengampun atas segala dosa mereka.
Al-Qur’an adalah Jami’atul Hayah yaitu Universitas Kehidupan yang didalamnya terdapat petunjuk-petunjuk yang mencakup seluruh dimensi kehidupan, terutama petunjuk kehidupan masa kini dan lebih khusus kehidupan kaum muslimin.
Al-Qur’an mamerintahkan agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan kaum muslimin, jangan mudah diadu domba sehingga berperan belah;
(وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا)
“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”
[Surat Ali ‘Imran 103]
Kaum muslimin harus mau bergabung dengan jamaah kaum muslimin, jangan mau berkumpul dengan berbagai macam aliran kepercayaan dan agama, ada kafir, munafik, atheis dan sebagainya.
Maka penting kita untuk kembali kepada Al Qur’an dan sunnah serta nasehat-nasehat para ulama dan tidak mementingkan kehidupan duniawi nya, agar hati kita selalu terpaut kepada jamaahnya kaum muslimin.
Tentang pentingnya berjamaah dan bersatu padu, dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Nu’man bin Basyir Rasulullah saw bersabda,
الْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
“Berjamaah adalah rahmat dan perpecahan adalah azab”(HR. Ahmad)
Diam ketika terjadi kemungkaran, maka alasan tersebut tidak diterima oleh Allah. Karena orang-orang yang tak mau hijrah dipaksa orang kafir untuk perang akhirnya mereka mati, sehingga di pengadilan Allah, terjadi dialog ia dengan para malaikat, lalu para malaikat pun bertanya, kenapa kalian? Kami dulu kaum yang tertindas di Makkah? Maka malaikat menjawab “Bukankah bumi Allah itu luas, kenapa tidak bergabung untuk hijrah bersama nabi dan para sahabatnya? (An Nisa 97).
Jadi, jangan sampai memilih jalan yang lemah, karena para ulama dan pahlawan kita lebih memilih berjuang dan mengangkat senjata sehingga negara ini memperoleh kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Hari Pahlawan 10 November, terjadi setelah kemerdekaan banyak umat muslim yang menjadi korban untuk mempertahankan kemerdekaan.
Allah SWT itu Maha Pemaaf dan Maha Pengampun.
Meskipun berjuang dan berhijrah itu sebuah kewajiban, hanya saja Allah memberikan keringanan bagi orang-orang yang benar-benar lemah dan yang memiliki udzur untuk tidak berjuang dan berhijrah, karena keterbatasan fisik dan akal mereka, seperti orang tua, wanita, anak-anak kecil bahkan saat turun ayat ini Abdullah ibnu Abbas berkata “saya termasuk orang-orang lemah karena saat itu saya masih kecil sehingga kewajiban ini gugur bagi mereka dan dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah swt. (Tafsir Ibnu Katsir).
Berihtiar untuk hijrah, berkumpul dengan orang dzalim, kafir atau atheis sulit melakukan sholat berjamaah dan melakukan kebaikan lainnya.
Berhijrah untuk ibadah yang kebih baik, bukan malah masuk ke dalam lingkungan orang kafir.
Berihtiar untuk sehat, dengan sehat kita bisa tumaninah melakukan sholat, ibadah puasa dan melakukan ibadah haji.
Semoga selalu berjamaah, tidak hanya sholat tapi berjamaah dalam muamalah, berkumpul, bergaul dan berinteraksi dengan sesama muslim.