Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
كَذٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى الَّذِيْنَ فَسَقُوْۤا اَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
“Demikianlah telah tetap (hukuman) Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik karena sesungguhnya mereka tidak beriman.” (QS. Yunus 10: Ayat 33)
Fasik yang terus menolak kebenaran, akhirnya tertutup dari iman
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Meskipun orang-orang kafir mengakui bahwa Allah pencipta dan pengatur alam raya, namun mereka tetap saja ingkar, sehingga Allah menghukum mereka. Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik, yakni keluar dari ketaatan dan tuntunan agama, karena sesungguhnya mereka terus menerus tidak beriman.
Tadabbur dan Pelajaran dari Ayat Ini:
1. “Telah tetap perkataan Tuhanmu…” Ketetapan Allah itu pasti terjadi dan tak terbantahkan.
– Hukum dan kehendak Allah bersifat final. Jika Allah menetapkan sesuatu karena keadilan dan ilmu-Nya, maka tidak ada yang bisa mengubahnya. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak berlaku zalim, tetapi keputusan-Nya datang setelah penolakan terus-menerus dari orang fasik.
2. “Terhadap orang-orang yang fasik…” Yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan, menolak kebenaran, dan terus melakukan maksiat. Fasik bukan sekadar pelanggaran kecil, tapi sikap membangkang dan enggan kembali ke jalan Allah. Dalam konteks ayat ini, kefasikan itu sampai pada derajat yang menghalangi keimanan.
3. “Bahwa sesungguhnya mereka tidak beriman.” Yakni mereka tidak akan beriman karena kerasnya hati, kesombongan, dan penolakan terus-menerus terhadap kebenaran.
- Ada titik di mana penolakan berkepanjangan menyebabkan tertutupnya hati dari cahaya hidayah.
- Ini bukan karena Allah memaksa mereka kafir, tapi karena mereka menutup hati mereka sendiri, dan Allah membiarkan mereka dalam kesesatan sebagai bentuk keadilan-Nya.
- Jangan bermain-main dengan kefasikan, karena jika terus dilakukan, bisa membuat hati tertutup dari iman.
- Allah Maha Adil—Dia tidak menyesatkan kecuali mereka yang lebih dulu menolak dan membangkang.
- Kita harus selalu berdoa agar diberi hati yang lembut, terbuka untuk menerima kebenaran, dan dijauhkan dari sifat pembangkangan.
Doa yang bisa diamalkan agar hati kita selalu menerima kebenaran dan dijauhkan dari sifat pembangkangan.
اللهم أرنا الحق حقًا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه، ولا تجعل في قلوبنا كبرًا يصدنا عن الحق، واهدنا لما اختلف فيه من الحق بإذنك، إنك تهدي من تشاء إلى صراط مستقيم.
Allahumma arinal-ḥaqqa ḥaqqan warzuqnā ittibā‘ah, wa arinal-bāṭila bāṭilan warzuqnā ijtinābah, wa lā taj‘al fī qulūbinā kibran yaṣuddunā ‘anil-ḥaqq, wahdinā limakhtulifa fīhi minal-ḥaqqi bi’idznika, innaka tahdī man tashā’u ilā ṣirāṭin mustaqīm.
“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Tunjukkanlah kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya. Janganlah Engkau jadikan kesombongan dalam hati kami yang menghalangi kami dari kebenaran. Dan tunjukilah kami kepada kebenaran dalam hal-hal yang diperselisihkan dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.”

