Allah SWT berfirman;
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّبْدَؤُا الْخَـلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ۗ قُلِ اللّٰهُ يَـبْدَؤُا الْخَـلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ۗ فَاَ نّٰى تُؤْفَكُوْنَ
“Katakanlah, Adakah di antara sekutumu yang dapat memulai penciptaan (makhluk) kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali? Katakanlah, Allah memulai (penciptaan) makhluk kemudian mengulanginya. Maka bagaimana kamu dipalingkan (menyembah selain Allah)?” (QS. Yunus 10: Ayat 34)
Hanya Allah yang mampu memulai penciptaan dan mengulanginya kembali, maka tidak ada Tuhan yang layak disembah selain Dia
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Selanjutnya Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad, katakanlah, kepada orang-orang kafir “Adakah di antara sembahan yang kamu jadikan sekutu Allah itu yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya, yakni menghidupkannya kembali?” Jawabannya pasti tidak ada. Karena itu katakanlah, wahai Nabi Muhammad “Allah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya, yakni menghidupkannya kembali pada waktu yang sudah ditetapkannya sesuai kehendak-Nya. Maka bagaimana kamu dipalingkan oleh kebohongan dan hawa nafsu, sehingga menyembah selain Allah?”
Allah memberikan tantangan rasional: jika memang ada sesembahan selain Allah, bisakah mereka menciptakan sesuatu dan mengulang penciptaannya? Ini bukan sekadar pertanyaan, tetapi ajak berpikir kritis dan jujur. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak membabi buta dalam beriman—melainkan mengajak untuk menguji kebenaran dengan akal dan bukti nyata.
- Menciptakan dari tiada dan
- Menghidupkan kembali setelah mati
- adalah kekuasaan mutlak milik Allah saja.
- Tak ada sesembahan selain Allah yang memiliki kemampuan ini. Patung, berhala, atau konsep ilah palsu apa pun tak pernah menciptakan apapun.
- Selain Allah tak bisa menciptakan, maka keyakinan syirik (menyekutukan Allah) otomatis batal secara logika dan iman.
Ini mengajarkan kita untuk menyucikan tauhid, tidak menggantungkan harapan, doa, atau ketakutan pada selain Allah.
Ini termasuk ayat ayat Quran yang berisi larangan berbuat sirik, larangan terbanyak yang ada dalam al Quran adalah larangan untuk berbuat sirik.
Doa yang berkaitan dengan menjaga diri dari syirik dan mengakui keesaan Allah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُوَحِّدِينَ، وَنَقِّنِي مِنَ الشِّرْكِ خَفِيِّهِ وَجَلِيِّهِ، وَثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ حَتَّى أَلْقَاكَ.
“Allahumma aj‘alnī mina al-muwaḥḥidīn, wa naqqinī mina asy-syirki khafiyyihi wa jalīyyih, wa thabbit qalbī ‘alā dīnik ḥattā alqāk.”
“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mentauhidkan-Mu, bersihkanlah aku dari segala bentuk syirik, yang tersembunyi maupun yang tampak, dan teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu hingga aku bertemu dengan-Mu.”

