Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah subhanhu wata’aala berfirman QS. Ar-Ra’d ayat 25 :
وَا لَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَا قِهٖ وَيَقْطَعُوْنَ مَاۤ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖۤ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَ رْضِ ۙ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوْٓءُ الدَّا رِ
“Dan orang-orang yang melanggar janji Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi; mereka itu memperoleh laknat dan tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 25).
Rusaknya kehidupan manusia berawal dari rusaknya komitmen kepada Allah, terputusnya hubungan antar manusia, dan munculnya kerusakan di bumi
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Dan sebagai kebalikan dari mereka yang menerima kebenaran adalah orang-orang yang menolak kebenaran dengan melanggar dan membatalkan janji dengan sesama manusia yang dikukuhkan dengan nama Allah setelah diikrarkannya, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah agar disambungkan, seperti hubungan kekerabatan, dan berbuat kerusakan di bumi dengan bermaksiat; mereka itu memperoleh kutukan sehingga jauh dari rahmat Allah, dan tempat kediaman yang buruk-neraka Jahanam.
Ayat ini menggambarkan kebalikan dari orang yang beriman pada ayat sebelumnya (ayat 20–24). Jika sebelumnya disebut ciri orang beriman, maka ayat 25 menyebut ciri orang yang merusak hubungan dengan Allah dan manusia;
1. Melanggar Janji kepada Allah; Orang yang membatalkan janji dengan Allah setelah mengikatnya. Janji kepada Allah bisa berupa:
– iman kepada-Nya
– komitmen menjalankan syariat
-amanah atau sumpah dengan nama Allah
– Termasuk juga janji kepada manusia yang disaksikan Allah.
Contoh nyata:
– Berjanji akan melakukan kebaikan tetapi sengaja mengingkarinya.
– Sumpah atas nama Allah tetapi tidak ditepati.
– Mengkhianati amanah jabatan atau kepercayaan.
Tadabur:
– Iman bukan hanya ucapan, tetapi komitmen yang harus dijaga.
– Seorang mukmin harus dikenal sebagai orang yang menepati janji.
– Masyarakat akan rusak jika janji tidak dipercaya lagi.
2. Memutuskan Apa yang Allah Perintahkan untuk Disambung; Mereka memutuskan apa yang Allah perintahkan agar disambungkan. Makna lebih luas:
Para ulama menafsirkan ini mencakup:
– Silaturahim (hubungan keluarga)
– Persaudaraan sesama muslim
-Hubungan sosial yang baik
– Hubungan manusia dengan Allah
Contoh nyata:
– Bermusuhan dengan saudara bertahun-tahun.
– Memutus hubungan karena masalah harta atau warisan.
– Tidak peduli terhadap masyarakat sekitar.
Tadabur:
– Islam sangat menekankan menyambung hubungan.
– Banyak konflik keluarga terjadi karena ego dan tidak mau memulai berdamai.
– Orang beriman justru menjadi penyambung hubungan, bukan pemutus.
3. Membuat Kerusakan di Bumi; Isi ayat: Mereka berbuat kerusakan di bumi (fasad). Makna kerusakan tidak hanya fisik, bukan hanya lingkungan, merusak hutan, merusak gunung, tetapi juga:
– Kerusakan moral
– kezaliman sosial
– penipuan ekonomi
– fitnah dan permusuhan
– korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan
Kerusakan muncul ketika:
– janji dilanggar
– hubungan diputus
– hawa nafsu diikuti
Akibat yang disebut dalam ayat:
– Laknat Allah (jauh dari rahmat)
– tempat kembali yang buruk (neraka)
Tadabur:
– Kerusakan besar sering berawal dari dosa kecil yang dibiarkan.
– Jika manusia tidak menjaga amanah dan hubungan, kehidupan sosial akan rusak.
– Islam mengajarkan menjadi pembawa perbaikan (islah), bukan kerusakan (fasad).
Islam adalah rahmatan lil allamin Islam diutus sebagai rahmat bagi alam semesta
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya ayat 107).
Doa agar hati tetap istiqamah sehingga tidak melanggar janji dengan Allah.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً
إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba‘da idh hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rahmah, innaka antal Wahhaab.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pemberi.” (QS Ali Imran ayat 8)