Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِتَّبِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَذَكَّرُوْنَ
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 3)
Apa yang diperintahkan Allah pasti ada kebaikan dan apa yang dilarang pasti ada keburukan
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-A’raf Ayat 3; Ikutilah, wahai kaum muslim, apa yang diturunkan kepadamu dari tuhanmu dalam hal apa saja. Yakinilah bahwa semuanya akan membawa kebaikan, karena tuhanmu adalah zat yang maha penyayang kepada makhluk-Nya. Janganlah kamu ikuti siapa pun selain dia sebagai pemimpin lalu kamu pasrahkan semua urusanmu kepada mereka dan kamu taati saja seruan mereka, padahal mereka akan mengajakmu kepada jalan kesesatan. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran sehingga kamu tidak kembali ke jalan yang benar. Ayat ini melarang seorang mengikuti ajakan orang lain dalam urusan agama yang tidak datang dari Allah. Betapa banyak negeri yang telah kami binasakan, seperti negeri kaum nabi-nabi terdahulu, siksaan kami datang menimpa penduduk-Nya pada malam hari ketika mereka tengah terlelap dalam tidur seperti yang terjadi pada kaum nabi lut yang melakukan homoseks.
Negeri mereka dijungkirbalikkan dan dihujani dengan batu. Atau siksaan itu datang pada saat mereka beristirahat pada siang hari seperti yang terjadi pada kaum nabi syuaib yang sering melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan. Mereka disiksa dengan suara yang menggelegar. Azab Allah bisa datang kapan saja, secara tak terduga, bahkan ketika waktu istirahat sekalipun.
Allah memerintahkan seluruh manusia untuk mengikuti al-Qur’an yang telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad dan sunnahnya, dan melarang mereka dari mengikuti selainnya. Kemudian Allah memberi dorongan untuk menjalankan hukum-hukumnya, meskipun Kami mengetahui sedikit sekali manusia yang mau mengambil pelajaran.
Allah SWT menyuruh sesuatu pasti ada kebaikan didalamnya dan Allah melarang sesuatu pasti ada keburukan didalamnya
Melanggar apa yang dilarang(berbuat dosa) sama saja dengan menzalimi diri sendiri atau mempersulit diri sendiri.
اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَاِ نْ اَسَأْتُمْ فَلَهَا ۗ
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS. Al-Isra’ 17: Ayat 7)
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ ۚ وَاِ نْ تَكُ حَسَنَةً يُّضٰعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَّدُنْهُ اَجْرًا عَظِيْمًا
“Sungguh, Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 40)
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗ
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 7)
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَا لَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 8).
Muslim yang melakukan kebaikan akan banyak mendapatkan kemudahan.
فَاَ مَّا مَنْ اَعْطٰى وَا تَّقٰى
وَصَدَّقَ بِا لْحُسْنٰى
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰ ى
“Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,”
“dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),”
“maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).”
(QS. Al-Lail 92: 5 – 7)
Melakukan banyak dosa akan banyak mendapatkan kesukaran;
وَاَ مَّا مَنْۢ بَخِلَ وَا سْتَغْنٰى
وَكَذَّبَ بِا لْحُسْنٰى
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰ ى
“Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah),”
“serta mendustakan (pahala) yang terbaik,”
“maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).” (QS. Al-Lail 92: 8 – 10).
Perbuatan baik akan banyak memberikan kemudahan, perbuatan dosa akan banyak memberikan kesulitan.
Semoga kita terhindar dari perbuatan perbuatan dosa yang akhirnya akan menyulitkan diri sendiri baik di dunia maupun di akhirat.