Azab dan Siksaan Allah SWT bisa Datang Malam atau Siang Hari

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَكَمْ  مِّنْ  قَرْ يَةٍ  اَهْلَـكْنٰهَا  فَجَآءَهَا  بَأْسُنَا  بَيَا تًا  اَوْ  هُمْ  قَآئِلُوْنَ

“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari, atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 4)

Azab dan siksaan Allah SWT bisa datang malam hari atau pada saat siang hari

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa tidak sedikit negeri yang telah dimusnahkan dan penduduknya dibinasakan karena kedurhakaannya. Mereka menentang, membangkang dan mendustakan para rasul Allah yang diutus kepadanya untuk memberi kabar gembira dan peringatan.

فَكَاَ يِّنْ  مِّنْ  قَرْ يَةٍ  اَهْلَكْنٰهَا  وَهِيَ  ظَا لِمَةٌ  فَهِيَ  خَاوِيَةٌ  عَلٰى  عُرُوْشِهَا  وَبِئْرٍ  مُّعَطَّلَةٍ  وَّقَصْرٍ  مَّشِيْدٍ

“Maka betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduk)nya dalam keadaan zalim, sehingga runtuh bangunan-bangunannya dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi (tidak ada penghuninya).” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 45).

وَكَمْ  اَهْلَـكْنَا  مِنْ  قَرْ يَةٍۢ  بَطِرَتْ  مَعِيْشَتَهَا  ۚ فَتِلْكَ  مَسٰكِنُهُمْ  لَمْ  تُسْكَنْ  مِّنْۢ  بَعْدِهِمْ  اِلَّا  قَلِيْلًا  ۗ وَكُنَّا  نَحْنُ  الْوٰرِثِيْنَ

“Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya.”(QS. Al-Qasas 28: Ayat 58)

Apabila suatu negeri akan dimusnahkan, maka datanglah azab dan siksaan Allah kepada penduduk negeri itu dalam keadaan mereka sedang lengah dan tidak menduga sama sekali, karena tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Adakalanya siksaan itu datang di waktu malam, di waktu mereka bersenang-senang, merasa aman sebagaimana halnya kaum Nabi Luth. Adakalanya datang di waktu siang, di kala mereka istirahat tidur sebagaimana halnya kaum Nabi Syu’aib.

“Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir. (Yunus/10: 24)

“Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang pada pagi hari ketika mereka sedang bermain? (al-A’raf/7: 97-98)

Tafsir Quraish Shihab, Muhammad Quraish Shihab; Sungguh telah Kami binasakan banyak negeri karena penduduknya menyembah selain Allah dan mengikuti selain jalan-Nya. Siksaan Kami tersebut datang menimpa mereka di malam hari, di saat mereka lalai dan terlelap tidur, seperti yang terjadi pada kaum Nabi Lûth. Atau di siang hari, saat mereka beristirahat tidur siang, seperti yang menimpa kaum Nabi Syu’ayb.

Azab, siksaan, kematian bisa datang malam hari atau siang hari, sungguh elok kalau dalam keadaan terjaga kita selalu dalam keadaan ingat/dzikir kepada Allah SWT.

Berdzikir atau ingat kepada Allah SWT memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai bentuk ibadah, untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memperkuat iman, dan menciptakan ketenangan batin. Dengan mengingat Allah, kita dapat menjaga kesadaran kita sebagai mahluk atau ciptaan- Nya dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita.
Dan pada saat kembali menghadap Allah SWT kita dalam keadaan berserah diri seperti yang diingatkan setiap jumat oleh khotib.

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْا  اتَّقُوا  اللّٰهَ  حَقَّ  تُقٰتِهٖ  وَلَا  تَمُوْتُنَّ  اِلَّا  وَاَ نْـتُمْ  مُّسْلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 102).

Dalam keadaan muslim, dalam keadaan berserah diri kepada Allah dengan tetap memeluk agama yang diridhoi, yaitu Islam. Karena tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya kematian, maka berusahalah sekuat tenaga untuk selalu berada di jalan Allah, karena Allah akan menganugerahi hamba sesuai usaha yang dilakukannya.

Semoga kita meninggal dalam keadaan muslim dan husnul khotimah…