Dasyatnya Ketakutan dan Kehinaan Orang-Orang Zalim ketika Menghadapi Azab Allah pada Hari Kiamat

‎Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مُهْطِعِيْنَ  مُقْنِعِيْ  رُءُوْسِهِمْ  لَا  يَرْتَدُّ  اِلَيْهِمْ  طَرْفُهُمْ  ۚ وَاَ فْئِدَتُهُمْ  هَوَآءٌ

“mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 43).

Dasyatnya ketakutan dan kehinaan orang-orang zalim ketika menghadapi azab Allah pada hari kiamat

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI dijelaskan bahwa pada ayat ini, Allah swt menerangkan keadaan orang-orang yang zalim selama hidup di dunia, yaitu keadaan mereka dibangkitkan dari kubur, kemudian menuju Padang Mahsyar, mereka datang bergegas memenuhi panggilan penyeru yang menyeru mereka dengan penuh kehinaan.

Keadaan mereka seperti orang yang akan menjalani hukuman gantung. Mereka berjalan menuju ke depan dengan tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, pelupuk mata mereka tidak bergerak dan mata mereka tidak berkedip sedikit pun. Hati mereka waktu itu dalam keadaan kosong dan hampa, tidak memikirkan sesuatupun kecuali rasa takut menghadapi azab mengerikan yang segera akan menimpa mereka.

Pada ayat lain, Allah swt melukiskan keadaan orang-orang kafir yang dibangkitkan dari kubur, yaitu: Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan), pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.” (al-Qamar/54: 6-8)

Dan firman Allah SWT: (Yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia), pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka. (al-Maarij/70: 43-44).

Tadabur dari Surah Ibrahim Ayat 43 dapat dipahami dalam beberapa poin berikut:

1. Kezaliman tidak akan dibiarkan selamanya
Allah mungkin menunda hukuman, tetapi semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan.

2. Hari kiamat adalah hari yang sangat menakutkan
Orang-orang zalim digambarkan panik, bingung, dan penuh ketakutan.

3. Kekuatan dunia tidak berguna di hadapan Allah
Jabatan, kekayaan, dan kekuasaan tidak dapat menyelamatkan pelaku kezaliman.

4. Pandangan yang terpaku menunjukkan dahsyatnya ketakutan
Mereka begitu takut sampai tidak mampu berkedip dan kehilangan ketenangan.

5. Hati yang kosong menggambarkan kepanikan luar biasa
Semua kesombongan hilang, yang tersisa hanya penyesalan dan ketakutan.

6. Ayat ini menjadi peringatan agar menjauhi kezaliman
Baik zalim kepada manusia, keluarga, maupun kepada diri sendiri dengan bermaksiat.

7. Orang beriman diajak segera bertaubat dan memperbaiki diri
Sebelum datang hari ketika penyesalan tidak lagi bermanfaat.

Dalam Al-Qur’an banyak terdapat doa para nabi yang menunjukkan rasa takut terjatuh dalam kezaliman, baik zalim kepada Allah maupun kepada manusia.

Salah satu nabi yang sangat menekankan rasa takut terhadap kezaliman adalah Nabi Yunus melalui doa yang sangat terkenal: “Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn”
Artinya “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.”

Karena syirik adalah kezaliman terbesar dalam Islam yang bisa diamalkan sehari-hari: “Ya Allah, jauhkan aku dari segala bentuk kezaliman dan jadikan aku hamba yang adil serta takut kepada-Mu.”