Allah SWT berfirman;
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَـقِّ ۗ قُلِ اللّٰهُ يَهْدِيْ لِلْحَقِّ ۗ اَفَمَنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ اَحَقُّ اَنْ يُّتَّبَعَ اَمَّنْ لَّا يَهِدِّيْۤ اِلَّاۤ اَنْ يُّهْدٰى ۚ فَمَا لَكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
“Katakanlah, Apakah di antara sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran? Katakanlah, Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (QS. Yunus 10: Ayat 35)
Sekutumu tidak menciptakan dan tidak membimbing. Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Walaupun pada ayat sebelumnya sudah dipaparkan bukti kekuasaan Allah, namun orang kafir masih tetap menolak menyembah Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk. Sehingga pada ayat ini kembali Nabi Muhammad diperintah, katakanlah kepada orang-orang kafir, “Apakah di antara sembahan yang kamu jadikan sekutu Allah itu ada yang mampu membimbing menuju kepada kebenaran? Pasti tidak ada, karena sembahan kamu adalah benda mati yang tidak mampu membimbing dirinya sendiri apalagi membimbing kamu.
Karena itu katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Allah-lah yang membimbing kepada kebenaran.” Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu dibimbing? Maka mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? Sungguh ini adalah keputusan yang batil dan zalim
Nama Allah yang menunjukkan bahwa Dia Maha Membimbing adalah:
Al-Hādī (ٱلْهَادِي) — Yang Maha Memberi Petunjuk
Maknanya: Allah-lah yang memberi hidayah (petunjuk) kepada siapa yang Dia kehendaki, menuju kebenaran, keimanan, dan jalan yang lurus.
Dalilnya, salah satunya dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki…” (QS. Al-Qasas: 56)
Dan juga: “Cukuplah Tuhanmu sebagai pemberi petunjuk dan penolong.” (QS. Al-Furqan: 31).
Allah Menciptakan, Memberikan petunjuk dan Menentukan tujuan hidup.
Kalau Allah menciptakan manusia, tentu tujuannya bukan sia-sia. Maka pasti ada:
- Panduan hidup (wahyu),
- Tujuan hidup (beribadah kepada-Nya),
- Akhir perjalanan (akhirat).
Kalau kita yakin Allah yang menciptakan kita, masuk akal kalau kita juga harus mengikuti petunjuk-Nya? Dan kalau ada yang ngajak ke arah yang bukan dari Allah, kita perlu tanya: “Dia siapa? Bisa kasih petunjuk apa?”
Berdoa agar Allah membimbing ke jalan yang benar ;
“Yā Hādī, tunjukilah aku jalan-Mu yang lurus.”

