Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
رُسُلًا مُّبَشِّرِ يْنَ وَمُنْذِرِ يْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّا سِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَزِ يْزًا حَكِيْمًا
“Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 165).
Rasul adalah sosok manusia istimewa yang menerima wahyu dari Allah. Tugas rasul-rasul Allah paling utama, berkewajiban untuk menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada umat manusia di dunia.
Tugas rasul antara lain memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Tugas-tugas rasul ini diembannya karena karunia yang diberikan kepadanya, menerima wahyu dari Allah serta terjaga dari salah dan dosa.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Kahfi ayat 110:
“Allah SWT kabarkan, “Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.”
1. Rasul bertugas memberikan kabar gembira kepada umat manusia dari keistimewaannya.
Tugas rasul ini dikhususkan untuk manusia-manusia yang telah menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Berita gembira ini kabarkan bagi manusia-manusia yang selalu berbuat baik di dunia semata karena mengharap rida dari Allah SWT.
2. Rasul bertugas memberikan peringatan kepada umat manusia melalui wahyu yang diterimanya.
Tugas rasul memberikan peringatan khususnya bagi mereka umat manusia yang tidak taat kepada Allah.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Anam ayat 48:
“Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”
3. Rasul bertugas mengajarkan ketauhidan kepada umat manusia agar menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
Tugas rasul adalah wajib membimbing kaumnya untuk meyakini dan mengesakan (menauhidkan) Allah SWT. Menyakini Allah SWT memiliki sifat-sifat sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadis.
Sifat-sifat Allah tidak sama dan tidak serupa (tasybih) dengan sifat makhluk, sifat-sifat Allah juga tidak baru (muhdas). Tauhid afal (perbuatan) adalah meyakini Allah SWT sebagai zat yang menciptakan semesta alam dan seluruh perbuatan hamba-Nya.
4. Rasul bertugas mengajarkan kepada manusia cara-cara beribadah yang benar.
Mereka para rasul-rasul Allah bertugas menjelaskan hukum-hukum Allah SWT, baik berupa perintah-perintah maupun larangan-Nya sebagai upaya beribadah kepada Allah semata. Tugas rasul ini meliputi memberikan contoh-contoh perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari atau keteladanan yang menjadi panutan dalam perbuatan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 21:
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
5. Rasul bertugas memberikan rahmat kepada seluruh alam semesta.
Tugas rasul-rasul Allah ini diungkap dalam Al-Qur’an surat al-Anbiya ayat 107:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
6. Rasul bertugas menjadi guru umat manusia agar bisa selalu berada di jalan yang benar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mengutuskan dengan kekerasan, tidak pula dengan sifat keras, tetapi Allah mengutusku sebagai guru dan mempermudah urusan.” (HR Muslim).
Islam mengajarkan untuk mengimani seorang rasul. Mengimani rasul sama dengan meyakini bahwa seorang rasul itu benar-benar utusan Allah SWT yang diberikan tugas atau tanggung jawab untuk membimbing umat manusia ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat.
Seorang rasul wajib menyampaikan wahyu kepada umatnya, sedangkan nabi tidak wajib menyampaikan kabar atau berita kepada umatnya.
Nabi menerima kabar atau berita dari Allah SWT hanya melalui mimpi. Kemudian, rasul menerima wahyu melalui perantara mimpi dan disampaikan oleh malaikat secara langsung. Rasul sudah dipilih Allah SWT dan memiliki kebaikan pikiran dan kesucian secara rohani. Rasul diberi Allah SWT maziat agar bisa menjadi contoh umat di dunia dan akhirat.
Doa sapujagat
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)