Nabi Musa Berdialog Langsung dengan Allah SWT

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَرُسُلًا  قَدْ  قَصَصْنٰهُمْ  عَلَيْكَ  مِنْ  قَبْلُ  وَرُسُلًا  لَّمْ  نَقْصُصْهُمْ  عَلَيْكَ   ۗ وَكَلَّمَ  اللّٰهُ  مُوْسٰى  تَكْلِيْمًا

“Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 164)

Dalam sejarah Islam, dialog Nabi Musa dengan Allah SWT terekam dan diabadikan dalam Al Quran. Lantas di mana lokasi berdialognya Nabi Musa dengan Allah SWT?

Allah SWT berdialog dengan Nabi Musa AS di suatu tempat bernama Wadi Thawa atau yang biasa dikenal dengan nama Lembah Suci, di sisi kanan Jabal At-Thur.

وَمَا  كُنْتَ  بِجَا نِبِ  الْغَرْبِيِّ  اِذْ  قَضَيْنَاۤ  اِلٰى  مُوْسَى  الْاَ مْرَ  وَمَا  كُنْتَ  مِنَ  الشّٰهِدِيْنَ
“Dan engkau (Muhammad) tidak berada di sebelah barat (lembah suci Tuwa) ketika Kami menyampaikan perintah kepada Musa, dan engkau tidak (pula) termasuk orang-orang yang menyaksikan (kejadian itu),” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 44).

وَمَا  كُنْتَ  بِجَا نِبِ  الطُّوْرِ  اِذْ  نَا دَيْنَا  وَلٰـكِنْ  رَّحْمَةً  مِّنْ  رَّبِّكَ  لِتُنْذِرَ  قَوْمًا  مَّاۤ  اَتٰٮهُمْ  مِّنْ  نَّذِيْرٍ  مِّنْ  قَبْلِكَ  لَعَلَّهُمْ  يَتَذَكَّرُوْنَ
“Dan engkau (Muhammad) tidak berada di dekat Tur (gunung) ketika Kami menyeru (Musa), tetapi (Kami utus engkau) sebagai rahmat dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum (Quraisy) yang tidak didatangi oleh pemberi peringatan sebelum engkau agar mereka mendapat pelajaran.” (QS. Al-Qasas 28: Ayat 46)

Tempat di mana Allah SWT bertemu dengan Nabi Musa dan berdialog terletak di Gunung Thur yang terletak di sebuah gurun di Mesir, atau biasa dikenal dengan Gurun Sinai. Allah SWT membekali bagi para utusan-Nya dengan mukjizat. Mukjizat dihadirkan untuk dijadikan sebagai bukti atas kebenaran risalah yang mereka bawa dari Allah SWT. Termasuk di antara mereka adalah Nabi Musa AS, yang mana tanpa perantara, Allah SWT berdialog dengan Musa secara langsung.

Tanpa perantara, Allah berdialog dengan Nabi Musa, dan itulah mengapa peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan Firman Tuhan. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat An Nisa 164:

وَكَلَّمَ اللَّـهُ مُوسَى تَكْلِيمًا “Wa kallamallahu Musa taklima.” Yang artinya: “Dan Allah telah berbicara kepada Musa secara langsung.” Dalam Alquran surat Thaha 9-10, Allah berfirman:

وَهَل أَتاكَ حَديثُ موسى*إِذ رَأى نارًا فَقالَ لِأَهلِهِ امكُثوا إِنّي آنَستُ نارًا لَعَلّي آتيكُم مِنها بِقَبَسٍ أَو أَجِدُ عَلَى النّارِ هُدًى

“Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: Tinggal lah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan menapat petunjuk di tempat api itu.”

(QS Al Baqarah 253) para Rasul ternyata memiliki derajat berbeda antara satu dengan lainnya. Diantara 25 nabi dan rasul yang diyakini umat Islam, ada 2 nabi yang memiliki keistimewaan bisa langsung berbicara dengan Allah. SWT. Dalam tafsir Al-Muyassar Kementrian Saudi Arabia membeberkan bahwa dua nabi tersebut adalah nabi Musa as dan nabi Muhammad SAW.

Semoga lebih yakin lagi bahwa Al Quran itu benar dan Al Quran itu kalamullah.