Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلْ هُوَ الْقَا دِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَا بًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).” (QS. Al-An’am 6: Ayat 65)
Mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-An’am Ayat 65; Sebagaimana Allah mahakuasa menyelamatkan manusia dari bencana, Allah pun mahakuasa menimpakan bencana kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, wahai para pendurhaka, jangan kalian merasa aman dari siksa Allah, karena dialah yang berkuasa mengirimkan azab yang amat pedih kepadamu. Azab itu bisa datang dari atas seperti badai topan, kilat yang menyambar, atau dari bawah kakimu seperti gempa dan banjir bandang, atau dapat juga berupa dia mencampurkan kamu yakni memecah belah masyarakat kamu ke dalam golongan-golongan yang saling bertentangan dan saling bermusuhan sehingga merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.
Maka perhatikanlah, bagaimana kami menjelaskan dengan berbagai cara dan juga secara berulang-ulang tanda-tanda kekuasaan kami agar mereka memahami-Nya. Dan ternyata kaummu, wahai nabi Muhammad, baik yang hidup pada masamu maupun sesudahnya, mendustakannya, yakni mendustakan azab, padahal azab itu benar adanya.
Konflik, pertentangan, permusuhan, keganasan mewarnai kondisi saat ini baik skala international maupun di dalam negeri dan ternyata ini juga merupakan azab.
Konflik adalah suatu situasi di mana dua pihak atau lebih memiliki ketidaksepakatan, perbedaan pendapat, atau pertentangan, yang dapat bersifat sosial, politik, atau pribadi. Artinya adalah ketegangan atau pertikaian antara individu, kelompok, atau entitas yang berbeda.
Azab dari Allah, mencampurkan, memecah belah masyarakat ke dalam golongan-golongan yang saling bertentangan dan saling bermusuhan sehingga merasakan keganasan sebagian terhadap yang lain. Kondisi ini jauh dari konsep Islam sebagai rahamatan lil allamin. Islam yang menginginkan perdamaian.
Secara etimologis, Islam berarti “damai”, sedangkan rahmatan lil ‘alamin berarti “kasih sayang bagi semesta alam”. Maka yang dimaksud dengan Islam Rahmatan lil’alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.
Dalam Al Quran surat Al Anbiya ayat 107;
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.
Semoga umat Islam menjadi rahmatan lil alamin, menganjurkan kepada umatnya untuk santun dan menyantuni, bergaul penuh rasa tasamuh (toleransi), tidak saling membunuh dan beramal nyata untuk kehidupan dan kemanusiaan.