Nabi Muhammad Hanya sebagai Pemberi Peringatan, tidak Berkuasa untuk Menjadikan Orang Beriman

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَكَذَّبَ  بِهٖ  قَوْمُكَ  وَهُوَ  الْحَـقُّ  ۗ قُلْ  لَّسْتُ  عَلَيْكُمْ  بِوَكِيْلٍ

“Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (Muhammad), Aku ini bukanlah penanggung jawab kamu.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 66)

Azab itu adalah benar, Al Qu’an itu adalah benar, Nabi Muhammad hanya sebagai pemberi peringatan, tidak berkuasa untuk menjadikan orang beriman

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa kaum kafir di mana Nabi Muhammad berada telah mendustakan azab itu, padahal azab itu adalah benar, seperti telah terbukti pada sejarah umat-umat sebelum Nabi Muhammad, dan sejarah umat Islam sendiri. Sebagian mufassirin berpendapat bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah mereka mendustakan Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an itu adalah benar, tidak ada keraguan sedikitpun padanya, tidak akan terdapat kesalahan padanya sejak dahulu sampai sekarang dan pada masa yang akan datang.

“Katakanlah kepada orang kafir itu hai Rasul, bahwa kamu tidak dapat menguasai dan melindungi mereka, bukan pula kamu orang yang mengurus urusan mereka, dan kamu juga tidak kuasa menjadikan mereka orang-orang yang beriman. Tetapi, kamu hanyalah seorang manusia yang ditugaskan Allah meyampaikan agama-Nya kepada mereka.”

فَذَكِّرْ  ۗ اِنَّمَاۤ  اَنْتَ  مُذَكِّرٌ
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,” (QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 21)

لَـسْتَ  عَلَيْهِمْ  بِمُصَيْطِرٍ
“engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,” (QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 22)

نَحْنُ  اَعْلَمُ  بِمَا  يَقُوْلُوْنَ  وَمَاۤ  اَنْتَ  عَلَيْهِمْ  بِجَـبَّا رٍ  ۗ فَذَكِّرْ  بِا لْقُرْاٰ نِ  مَنْ  يَّخَا فُ  وَعِيْدِ
“Kami telah mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan engkau (Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut kepada ancaman-Ku.” (QS. Qaf 50: Ayat 45)

Dan katakanlah “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barang siapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.” (Al Kahfi:29)

Dengan kata lain, sesungguhnya tugasku hanyalah menyampaikan, dan tugas kalian hanyalah mendengarkan dan patuh (taat). Maka barang siapa yang mengikuti aku, niscaya ia berbahagia di dunia dan akhirat. Dan barang siapa yang menentang aku, maka sesungguhnya dia celaka di dunia dan akhiratnya.

Doa keteguhan hati yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW secara lengkap.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ala dinika.

“Wahai Zat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas Agama-Mu.”