5 Keutamaan Orang yang Selalu Mengingat Allah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلِ  اللّٰهُ  يُنَجِّيْكُمْ  مِّنْهَا  وَمِنْ كُلِّ  كَرْبٍ  ثُمَّ  اَنْـتُمْ  تُشْرِكُوْنَ

“Katakanlah (Muhammad), Allah yang menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kamu (kembali) menyekutukan-Nya.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 64)

Hanya mengingat kepada Allah dalam keadaan menderita dan sengsara

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini merupakan peringatan yang keras terhadap orang-orang yang hanya mengingat kepada Allah dalam keadaan menderita dan sengsara, kemudian setelah penderitaan dan kesengsaraan itu lenyap, mereka kembali mempersekutukan Allah.

Peringatan itu ialah bahwa Allah berkuasa mendatangkan azab yang tidak diketahui oleh manusia hakikatnya, mungkin dari atas atau dari bawah, mungkin dari kanan atau dari kiri, mungkin berupa angin topan atau letusan gunung berapi yang dahsyat, atau mengacaubalaukan manusia, sehingga mereka menjadi bergolong-golongan dan berpuak-puak yang selalu bersengketa atau mereka saling membunuh sesama mereka sehingga sebagian mereka merasakan keganasan sebagian yang lain. Karena itu hendaklah orang-orang kafir itu ingat bahwa sekalipun pada suatu waktu mereka telah diselamatkan Allah dari penderitaan dan kesengsaraan, tetapi bila mereka ingkar kembali, Allah Kuasa mendatangkan malapetaka yang lebih hebat dari itu.

Menurut Ibnu ‘Abbas yang dimaksud dengan “azab dari atasmu” ialah pembesar-pembesar kamu, dan yang dimaksud dengan “azab dari bawah kakimu” ialah yang datang dari budak-budak dan rakyat jelata.
“Azab” yang dimaksud oleh ayat ini ialah segala macam malapetaka yang menimpa manusia, seperti peperangan, penganiayaan, penindasan, banjir, letusan gunung, musim kemarau dan sebagainya.

Allah memerintahkan agar Nabi dan kaum Muslimin memperhatikan bagaimana Allah menjelaskan dan mendatangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya silih berganti, dengan berbagai rupa dan cara agar dengan cara yang demikian itu mudah dipahami dan diyakini, mudah diketahui mana yang benar dan mana yang batil.

Amalan yang ringan pengerjaannya tapi keutamaannya sangat luar biasa, yaitu mengingat Allah (dzikrullah).

Nabi SAW bersabda, “Tiadakah kalian aku beritahu tentang amal terbaikmu, yang paling diridhai oleh Allah, dan paling tinggi derajatmu kerenanya, juga lebih baik dari pemberian emas dan perak, serta lebih baik dari kalian membunuh musuh atau dibunuh musuh dalam peperangan?”.

Mereka bertanya, “Amal apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “(mengingat Allah) (Dzikrullah Taala)”.

Kemudian dalam hadits senada, dari Muadz bin Jabal berkata, “Tidak ada seseorang mengamalkan suatu amal yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah selain mengingat Allah (dzikrullah).

Keutamaan Orang yang Selalu Mengingat Allah

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Zikir merupakan cara yang paling mudah dan efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang senantiasa berdzikir akan selalu mengingat dan memuji Allah SWT dengan kalimat yang baik.

Dengan rutin berdzikir juga umat Islam dapat merasakan kehadiran Allah SWT yang lebih dekat.

2. Menguatkan iman
Melatih diri untuk selalu mengingat Allah SWT juga dapat menjadi cara untuk menguatkan iman Islam. Dengan mengingat dan memuji Allah SWT secara terus-menerus, maka diri ini akan yakin bahwa segala yang terjadi adalah kehendak Allah SWT.

Dengan demikian apapun yang telah ditetapkan menjadi takdir dalam hidup akan diterima dengan ikhlas.

3. Menenangkan hati
Manusia pasti dilanda cobaan. Oleh karenanya jika terkena musibah atau merasa hati tidak tenang maka cobalah untuk selalu mengingat Allah SWT.

Orang-orang yang selalu berdzikir dan mengingat Allah SWT akan memiliki hati dan pikiran yang tenang sehingga mudah menjalani kehidupan.

4. Meningkatkan kebahagiaan
Kebahagiaan datangnya dari hati yang tentram sehingga jauh dari perasaan gelisah dan khawatir. Dengan mengingat Allah SWT, hati akan merasa tenang sehingga senantiasa membawa kebahagiaan.

Dalam surat Ar-Ra’d Ayat 28, Allah SWT berfirman,
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

5. Meningkatkan kesabaran
Orang-orang yang mengingat Allah SWT dengan senantiasa berdzikir maka akan memiliki kesabaran yang tiada batasnya. Kesabaran ini dapat menjadi modal ketika mengalami cobaan dan ujian.

Dalam surat Az-Zumar Ayat 10, Allah SWT menegaskan bahwa orang yang sabar akan diganjar pahala berlimpah.

قُلْ يَٰعِبَادِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا۟ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“(Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Semoga kita selalu banyak mengingat Allah baik dalam keadaan lapang, maupun sempit, dalam keadaan senang maupun sedih, dalam keadaan mara bahaya maupun aman