Al-Quran Wahyu Allah yang Terjaga Kemurniannya Sepanjang Zaman

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّا  نَحْنُ  نَزَّلْنَا  الذِّكْرَ  وَاِ نَّا  لَهٗ  لَحٰـفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr 15: Ayat 9)

Allah SWT yang menurunkan Al-Qur’an dan akan menjaga keaslian serta kemurniannya hingga akhir zaman

Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa untuk membuktikan kebenaran pengakuan Nabi Muhammad bahwa ayat-ayat yang disampaikannya benar-benar berasal dari Allah, Dia berfirman, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an melalui perantara Malaikat Jibril yang diragukan oleh kaum kafir itu, dan pasti Kami pula bersama Malaikat Jibril dan kaum mukmin yang selalu memelihara keaslian, kesucian, dan kekekalan-nya hingga akhir zaman.”

Allah SWT yang menjaga Al-Qur’an;

  1. Dihafal oleh kaum muslimin
    Sejak zaman Nabi Muhammad hingga sekarang, jutaan orang menghafal Al-Qur’an secara lengkap sehingga isinya tetap terjaga.
  2. Ditulis dan dibukukan dengan teliti
    Al-Qur’an ditulis oleh para sahabat dan dikumpulkan menjadi mushaf dengan penjagaan yang sangat ketat terhadap huruf, bacaan, dan susunannya.
  3. Dijaga melalui sanad dan ilmu qira’at
    Cara membaca Al-Qur’an diajarkan dari guru ke murid secara bersambung sampai kepada Rasulullah SAW, sehingga bacaannya tidak berubah sembarangan.

  4. Dimudahkan untuk dipelajari dan diingat
    Allah memberikan kemudahan kepada manusia untuk membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Qur’an di berbagai zaman dan bahasanya.
  5. Tidak mampu dipalsukan atau digantikan
    Walaupun banyak yang menentang Islam sejak dahulu, isi Al-Qur’an tetap terjaga dan tidak berubah seperti kitab-kitab terdahulu yang mengalami perubahan oleh tangan manusia.

Tantangan dari Allah SWT untuk membuat ayat atau surat semisal Al-Qur’an;

1. Surah Al-Baqarah ayat 23
Allah menantang manusia membuat satu surat semisal Al-Qur’an.
“Dan jika kamu ragu terhadap Al-Qur’an yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat semisal dengannya…”

2. Surah Yunus ayat 38
Orang-orang yang menuduh Al-Qur’an buatan Nabi Muhammad ditantang membuat satu surat yang serupa dengannya.

3. Surah Hud ayat 13
Allah menantang mereka membuat sepuluh surat semisal Al-Qur’an.

4. Surah Al-Isra ayat 88
Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan mampu membuat yang semisal Al-Qur’an walaupun saling membantu.

Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah. Ia hidup pada zaman Nabi Muhammad dan mengaku sebagai nabi. Karena berdusta mengaku mendapat wahyu, ia dijuluki Al-Kazzab yang artinya “si pendusta”.

Ucapan-ucapan tiruannya sering dijadikan contoh bahwa manusia tidak mampu menandingi keindahan dan kemukjizatan Al-Qur’an.

Ia pernah membuat kalimat-kalimat yang dianggap meniru gaya Al-Qur’an. Salah satu yang terkenal adalah tentang katak, bunyinya kira-kira:

“Wahai katak putri dua katak,
bersihkanlah apa yang engkau bersihkan, bagian atasmu di air dan bagian bawahmu di lumpur…”

Demikianlah, Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang terjaga kemurniannya sepanjang zaman, sehingga menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari, mengamalkan, dan menjadikannya pedoman hidup.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang mencintai, membaca, memahami, mengamalkan, dan menjaga Al-Qur’an, serta teguhkan hati kami di atas petunjuk-Mu hingga akhir hayat.”