8 Ciri Orang yang Rugi

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

الَّذِيْنَ  كَذَّبُوْا  شُعَيْبًا  كَاَ نْ  لَّمْ  يَغْنَوْا  فِيْهَا  ۚ اَ  لَّذِيْنَ  كَذَّبُوْا  شُعَيْبًا  كَا نُوْا  هُمُ  الْخٰسِرِ يْنَ

“orang-orang yang mendustakan Syu’aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu’aib, itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 92)

Orang orang yang mengambil hak orang lain, adalah orang orang yang rugi, karena kehilangan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat-ayat yang terdahulu telah disebutkan bahwa pemuka-pemuka kaum Nabi Syuaib pernah mengeluarkan ancaman untuk mengusir Nabi Syuaib bersama para pengikutnya dari negeri Madyan apabila mereka tidak mau kembali kepada agama nenek moyang mereka. Maka dalam ayat ini Allah memberikan penjelasan sebagai jawabannya. Allah menegaskan bahwa akibat yang akan diderita oleh orang-orang yang telah mengancam untuk mengusir Nabi Syuaib dari Madyan, justru merekalah yang rusak binasa dan hilang lenyap, sehingga seakan-akan mereka tak pernah hidup dan mendiami negeri ini.

Demikian juga orang-orang yang mendustakan Nabi Syuaib dan mengatakan bahwa siapa yang mengikuti agamanya pasti akan merugi, justru merekalah yang benar-benar merugi, sedang orang-orang yang beriman dan mengikuti agama yang dibawa oleh Nabi Syuaib mereka akan selamat dan memperoleh rida Allah.

Dari ayat ini dapat diambil pelajaran yang sangat berharga, yaitu bahwa orang yang sangat menginginkan tetap tinggal di negeri mereka dengan hidup senang dan berbuat sewenang-wenang terhadap pihak-pihak yang memegang teguh kebenaran, niscaya akan menemui akibat yang bertentangan dengan harapan mereka, yaitu kebinasaan. Demikian pula orang-orang yang ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan jalan mengambil harta orang lain dengan cara yang batil seperti korupsi niscaya akan menemui nasib malang, yaitu: kehilangan harta benda dan harga diri untuk selama-lamanya.

Orang orang yang mengambil hak orang lain, adalah orang orang yang rugi, karena kehilangan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Orang-orang yang rugi dalam Al Quran, diantaranya ;

1. Yang melanggar perjanjian, memutuskan silaturahmi, berbuat kerusakan.

الَّذِيْنَ  يَنْقُضُوْنَ  عَهْدَ  اللّٰهِ  مِنْۢ  بَعْدِ  مِيْثَا قِهٖ  ۖ وَيَقْطَعُوْنَ  مَاۤ  اَمَرَ  اللّٰهُ  بِهٖۤ  اَنْ  يُّوْصَلَ  وَيُفْسِدُوْنَ  فِى  الْاَ رْضِ  ۗ اُولٰٓئِكَ  هُمُ  الْخٰسِرُوْنَ
“(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 27)

2. Orang yang terputus Rahmat dan Karunia Allah SWT.

ثُمَّ  تَوَلَّيْتُمْ  مِّنْۢ  بَعْدِ  ذٰلِكَ  ۚ فَلَوْلَا  فَضْلُ  اللّٰهِ  عَلَيْكُمْ  وَرَحْمَتُهٗ  لَـكُنْتُمْ  مِّنَ  الْخٰسِرِ يْنَ
“Kemudian, setelah itu kamu berpaling. Maka sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, pasti kamu termasuk orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 64)

3. Orang mengingkari ayat-ayat Allah

اَلَّذِيْنَ  اٰتَيْنٰهُمُ  الْكِتٰبَ  يَتْلُوْنَهٗ  حَقَّ  تِلَاوَتِهٖ  ۗ اُولٰٓئِكَ  يُؤْمِنُوْنَ  بِهٖ  ۗ وَمَنْ  يَّكْفُرْ  بِهٖ  فَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْخٰسِرُوْنَ
“Orang-orang yang telah Kami beri kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barang siapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 121)

4. Orang yang mencari agama selain Islam

وَمَنْ  يَّبْتَغِ  غَيْرَ  الْاِ سْلَا مِ  دِيْنًا  فَلَنْ  يُّقْبَلَ  مِنْهُ  ۚ وَهُوَ  فِى  الْاٰ خِرَةِ  مِنَ  الْخٰسِرِ يْنَ
“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 85)

5. Orang yang murtad

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا  اِنْ  تُطِيْعُوا  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  يَرُدُّوْكُمْ  عَلٰۤى  اَعْقَا بِكُمْ  فَتَـنْقَلِبُوْا  خٰسِرِ يْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu mentaati orang-orang yang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 149).

6. Orang yang tidak mendapat hidayah

مَنْ  يَّهْدِ  اللّٰهُ  فَهُوَ  الْمُهْتَدِيْ  ۚ وَمَنْ  يُّضْلِلْ  فَاُ ولٰٓئِكَ  هُمُ  الْخٰسِرُوْنَ
“Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 178)

7. Orang yang dimasukkan ke dalam neraka jahanam.

لِيَمِيْزَ  اللّٰهُ  الْخَبِيْثَ  مِنَ  الطَّيِّبِ  وَ  يَجْعَلَ  الْخَبِيْثَ  بَعْضَهٗ  عَلٰى  بَعْضٍ  فَيَرْكُمَهٗ  جَمِيْعًا  فَيَجْعَلَهٗ  فِيْ  جَهَـنَّمَ  ۗ اُولٰٓئِكَ  هُمُ  الْخٰسِرُوْنَ
“agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 37).

8. Orang yang sia sia amalnya, karena merasa telah berbuat baik.

قُلْ  هَلْ  نُـنَبِّئُكُمْ  بِا لْاَ خْسَرِ يْنَ  اَعْمَا لًا
“Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)

اَ  لَّذِيْنَ  ضَلَّ  سَعْيُهُمْ  فِى  الْحَيٰوةِ  الدُّنْيَا  وَهُمْ  يَحْسَبُوْنَ  اَنَّهُمْ  يُحْسِنُوْنَ  صُنْعًا
“(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.” (QS. Al-Kahf 18: Ayat 104)

Masih banyak disebutkan orang yang rugi dalam al Quran, dan yang terakhir orang yang rugi disebutkan dalam al Quran yaitu dalam QS AL Ashr yaitu orang yang tidak beriman dan tidak beramal saleh, tidak saling nasihat-menasihati untuk menaati kebenaran dan tidak berlaku sabar, menjauhi perbuatan maksiat

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.(QS Al-‘Asr ayat3)

Nabi Adam dikeluarkan dari syurga karena satu dosa, kita yang banyak dosa hanya bisa berharap Allah mengampuni dosa dan memberi rahmat;

رَبَّنَا  ظَلَمْنَاۤ  اَنْفُسَنَا  وَاِ نْ  لَّمْ  تَغْفِرْ  لَـنَا  وَتَرْحَمْنَا  لَـنَكُوْنَنَّ  مِنَ  الْخٰسِرِ يْنَ

“Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 23)