5 Alasan tidak Bersedia untuk Membela Kebenaran

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَا لَّذِيْنَ  كَذَّبُوْا  بِاٰ يٰتِنَا  سَنَسْتَدْرِجُهُمْ  مِّنْ  حَيْثُ  لَا  يَعْلَمُوْنَ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.(QS. Al-A’raf 7: Ayat 182)

Kebatilan berangsur angsur akan hancur ke arah kebinasaan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menerangkan dalam ayat ini, bahwa mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah seperti orang-orang Quraisy yang menentang dakwah Muhammad saw, tentu akan menerima hukuman Allah secara berangsur-angsur tanpa menyadari akibat kesesatan mereka itu. Hal demikian disebabkan mereka tidak memahami Sunatullah dalam pertumbuhan perkembangan manusia, bahwa pertarungan antara yang hak dengan yang batil, antara yang benar dengan yang salah, tentulah yang hak akan memperoleh kemenangan. Apa yang bermanfaat bagi manusia mengalahkan apa yang memudaratkan mereka.

Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. (al-Anbiya/21: 18)

“Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan. (ar-Rad/13: 17)

Peringatan Allah kepada mereka yang menentang dan mendustakan kerasulan Muhammad saw, mereka akan dibinasakan secara istidraj (berangsur-angsur), telah terbukti kebenarannya. Orang-orang kafir Quraisy yang sangat keras memusuhi Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya telah mengalami kekalahan dalam berbagai peperangan, dalam menghadapi kaum Muslimin. Orang-orang Quraisy tertipu oleh kebesaran dan kekuatannya sendiri. Meskipun mereka selalu mengalami kekalahan, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka berangsur-angsur menuju kehancuran.

Kebatilan akan hancur, itu jaminan dari Allah SWT, seharusnya umat Islam membela kebenaran, kalau itu yakin kebenaran dan ternyata membela kebenaran Allah jamin meninggalnya mati syahid.

Membela kebenaran dianggap sebagai tindakan yang sangat mulia dan mendapat ganjaran di sisi Allah SWT. Namun, beberapa alasan yang bisa membuat seseorang takut membela kebenaran, meskipun ada jaminan dari Allah SWT, antara lain:

  1. Takut Terhadap Dampak Duniawi. Kecemasan tentang kehilangan harta, posisi, atau keselamatan pribadi dapat menghalangi seseorang dari tindakan berani.
  2. Rasa Takut Terhadap Reaksi Orang Lain. Ketidakpastian tentang bagaimana orang-orang di sekitar kita akan bereaksi bisa menimbulkan kekhawatiran.
  3. Kurangnya Keyakinan Diri.
    Rasa tidak cukup berilmu atau kurang percaya diri dalam membela kebenaran dapat membuat seseorang ragu.
  4. Kecenderungan untuk Menghindari Konflik. Banyak orang merasa tidak nyaman dengan konflik dan berusaha menghindarinya, meskipun itu berarti mengabaikan kebenaran.
  5. Keinginan untuk Diterima. Tekanan untuk diterima oleh kelompok atau masyarakat dapat mengurangi keberanian seseorang untuk berdiri teguh dalam membela kebenaran.

Memahami bahwa keberanian untuk membela kebenaran adalah sebuah ujian dan bagian dari keimanan bisa membantu seseorang mengatasi rasa takut. Dengan niat yang tulus, doa, dan dukungan komunitas, kalau jumlah banyak yang membela kebenaran, seseorang dapat menemukan kekuatan untuk menghadapi ketakutan tersebut.

“Ya Allah, bimbinglah aku agar tetap teguh dalam iman dan menjadikan aku sebagai hamba-Mu yang selalu berpegang pada prinsip kebenaran.