Ada berbagai macam program dan fasilitas sekolah untuk menunjang budaya literasi di sekolah salah satunya adalah pojok baca sekolah. Pojok baca sekolah merupakan sebuah fasilitas sekolah dimana bermanfaat untuk mereka yang memang membutuhkan fasilitas yang menunjang untuk membaca. Berbeda dengan perpustakaan yang bersifat lebih privasi, lebih minim gangguan karena memang sangat tertutup, pojok baca ini lebih kepada suatu ruangan atau tempat yang lebih terbuka, simpel namun memang membuat mereka yang membaca tetap nyaman untuk memanfaatkan waktu luangnya disini.
Perbedaan lainnya antara pojok baca dengan perpustakaan adalah jumlah buku yang dimuat, jika perpustakaan memiliki ratusan bahkan ribuan buku, pojok baca hanya beberapa buku saja yang dapat dipajang, bahkan beberapa orang menyebut pojok baca sebagai perpustakaan mini karena memang memberikan fasilitas literasi dan budaya membaca bagi siswa yang berminat pada buku ataupun novel ringan.
Adapun tujuan didirikannya pojok baca seperti dikutip dari salah satu jurnal karya Damaji Ratmono, S.E, S.IP yang berjudul Konsep dan Perencanaan Pojok Baca Ombudsman Dalam Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat di Indonesia Terhadap Ombudsman RI yaitu untuk mengenalkan kepada siswa berbagai sumber bacaan untuk dimanfaatkan sebagai media, sumber belajar, serta memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan. Di dalam pojok baca ini selain ada buku juga terdapat berbagai macam buku, bukan hanya buku pelajaran tapi juga buku buku lainnya seperti buku-buku hiburan seperti manga atau komik, novel, hasil prakarya siswa dan majalah dinding.

Pojok baca SMP Al Masoem
Pojok baca sekolah atau pojok literasi sendiri memiliki beberapa 3 manfaat bagi siswa atau bagi pelaku seperti dikutip dari kaltim post dalam artikel karya Irma Suryani Guru SD 008 Loa Janan Ilir yang berjudul “Manfaat Pojok Baca, Dapat Membuat Siswa Gemar Membaca” setidaknya ada 3 manfaat pojok baca atau pojok literasi bagi yang ikut serta dalam program ini diantaranya adalah :
- Dapat merangsang siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik,
- Mendekatkan buku pada siswa sehingga siswa lebih tertarik membaca,
- Membantu perpustakaan sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca.

Perpustakaan sekolah Al Masoem
Sebenarnya ada tujuan lain kenapa pojok baca perlu diciptakan sekolah, selain karena sebagai pengembangan dari Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti pada anak. Gerakan Literasi Sekolah menindaklanjuti gerakan tersebut, guru harus melakukan hal-hal kreatif terkait budaya literasi. Salah satunya dengan menciptakan Pojok Baca di setiap kelas. Dengan adanya pojok baca sekolah ini diharapkan siswa yang kurang melek pada literasi bisa ikut serta ke dalamnya, karena memang tujuan utama kenapa diciptakannya program pojok literasi ini adalah agar siswa bisa diberikan contoh spot baru yang dapat mengundang siswa untuk ikut serta ke dalamnya. Tidak seperti perpustakaan yang lebih seperti tempat yang membosankan bagi para siswa, pojok baca atau pojok literasi ini dibuat lebih bersahabat bagi siswa, karena selain simpel, minimalis, biasanya sekolah juga menyediakan lesehan dan bantal serta berbagai macam pernak pernik dan hal yang dapat digunakan siswa untuk bersantai sambil membaca buku.
Peraturan di pojok baca ini juga tidak sebanyak peraturan di perpustakaan yang lebih ketat, di pojok literasi ini siswa boleh mengobrol, boleh sambil makan, sambil minum atau melakukan aktivitas lainnya selama tidak mengotori area pojok baca dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilaksanakan di sana. Ini juga yang membuat siswa lebih nyaman berada di pojok baca dari pada di perpustakaan, karena memang memiliki fungsi yang berbeda dengan perpustakaan.

Meskipun ada pojok baca bukan berarti perpustakaan sudah tidak diperlukan lagi oleh sekolah, justru karena ada pojok baca perpustakaan sebagai “ibu” dari budaya literasi sekolah yang akan memfasilitasi segala macam buku di pojok baca, selain itu perpustakaan juga yang menyediakan buku buku lainnya untuk terus mengganti buku buku yang ada setiap minggunya. Perpustakaan juga yang menyediakan buku buku yang lebih komplit daripada pojok literasi. Yang paling penting adalah, beberapa perpustakaan memiliki trik yang unik yaitu memajang buku buku di pojok literasi dengan seri yang tidak komplit. Misalkan ada sebuah novel bersambung dalam 5 chapter, biasanya pihak perpustakaan hanya akan menyimpan chapter 1 dan 2 saja di pojok baca, sisanya disimpan di perpustakaan, ini gunanya agar siswa yang penasaran dengan chapter selanjutnya akan datang ke perpustakaan untuk membaca dan mencari chapter selanjutnya.
Memang unik tapi inilah hal yang baik dari sebuah budaya literasi, yaitu mengajak siswa untuk bisa bersahabat dengan buku dan perpustakaan agar mereka tidak hanya suka membaca tapi juga menjadikan perpustakaan sekolah dan pojok baca sebagai sarana yang baik bagi siswa selama di sekolah.

