Fasilitas Al Masoem (6)

Pentingnya Belajar Menghargai Proses Bagi Anak dan Orang Tua

Setiap anak memiliki potensi bakat dan potensinya masing-masing. Namun tak jarang masih ditemukan ungkapan perbandingan yang dilontarkan oleh orang tua maupun kaum dewasa lainnya antara satu anak dan anak lainnya. Ungkapan seperti itu ibarat ‘kerangkeng’ bagi anak, dapat mematikan kreativitas dan menurunkan kepercayaan diri. Maka sudah seharusnya bagi kita untuk belajar menghargai proses sang anak dan ikut mengajarkan sang anak tentang pentingnya sebuah proses.

Apa Itu Menghargai Proses?

Allah Subhanahu Wa Ta’alla telah menciptakan manusia di dunia ini dengan segala keunikannya, membuat setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing. Secara fitrah sudah seperti itu. Setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat dan potensinya, tinggal bagaimana para orang tua menstimulasi potensi anak dan memberikan pola asuh yang baik.

Dalam hal ini, maka seharusnya orang tua telah mengenal apa yang disukai ataupun yang tidak disukai sang anak dan lebih bijaksana dalam memilih mana yang terbaik untuk anak. Ini adalah sebuah perjalanan panjang yang prosesnya harus dilalui, dan bukan tak mungkin melihat perkembangan anak lainnya yang mungkin lebih  baik.

Masih sering terjadi dimana orang tua membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak lainnya. Antara mendapatkan target yang lebih baik, memiliki keahlihan yang menonjol atau sekedar perbedaan perilaku, orang tua tanpa sadar mampu melukai perasaan anak dan mengabaikan proses tumbuh kembang anak.

Perlu diingat, setiap anak memiliki proses masing-masing dalam mencapai sesuatu. Tugas orang tua hanyalah membantu anak untuk mengembangkan potensinya dan memberikan dukungan yang layak. Inilah pondasi bagi orang tua dalam menghargai sebuah proses. Bukan hak orang tua untuk mengontrol apa yang sebaiknya dilakukan anak, tetapi tetap fokus pada potensi sang anak, memberikan dukungan dan mengarahkan bila diperlukan. Segala kelamahan ataupun kekurangan anak dapat menjadi tantangan dan peluang yang perlu dihadapi agar menuju kesuksesan

Tak lupa pula ikut ajarkan kepada anak bahwa proses adalah penting untuk meraih sesuatu atau menggapai mimpi. Walaupun kehidupan saat ini membuat segalanya menjadi instan, kepribadian dan pengalaman hidup anak perlu melalui proses yang panjang, bahkan seumur hidup. Sang anak perlu mengenal emosi positif maupun negatif agar ia dapat menikmati proses yang dijalani.

Kasus Nilai Rapot di Sekolah

Salah satu topik dalam dunia sekolah yang sering dibahas orang tua adalah nilai ujian dan nilai rapot. Dari perspektif orang tua, mereka ingin melihat hasil belajar yang baik yang dilakukan anaknya ketika bersekolah, salah satu acuan jelasnya adalah nilai. Sehingga ketika mereka tahu bahwa anak mereka mendapatkan nilai yang kurang baik, maka muncul perasaan sedih dan bertanya-tanya tentang anaknya. Namun terkadang ada orang tua yang kelewatan dengan mengeluarkan emosi marah yang tentu bisa memberikan trauma kepada anak.

Dari perspektif anak sebagai siswa, ulangan atau ujian adalah langkah kecil yang harus ditempuh agar bisa naik kelas atau lulus sekolah dengan hasil yang baik. Namun setiap siswa memiliki tingkat pemahaman yang berbeda ketika memahami topik mata pelajaran. Ada yang mudah untuk memahami, ada yang kesulitan untuk sekedar mengingat kata kunci penting. Sehingga tak jarang ditemukan hasil ujian mereka ada yang hasilnya kurang baik. Tentu akan muncul perasaan was-was sebagai anak ketika melihat hasil ujian tersebut, membayangkan ekspresi orang tuanya ketika melihat nilai yang tertulis.

Yang perlu diingat adalah setiap siswa memiliki usahanya sendiri agar bisa memahami setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Ketika hidup di lingkungan sekolah menjadi siswa, mereka tidak hanya disugukan dengan ilmu yang diajarkan di kelas, tetapi juga kehidupan sosial bersama teman sebaya maupun kegiatan di luar kelas seperti ekstrakurikuler. Mereka akan semangat untuk mengeksplorasi diri menemukan bakat dan potensi sebenarnya dengan ditemani oleh guru. Bila menemukan apa yang diimpikan, biasanya mereka akan fokus ke hal tersebut untuk menggapai mimpinya.

Poinnya adalah sekolah menjadi wadah belajar yang menyenangkan bagi para murid. Banyak hal yang bisa dipelajari dan dilakukan, baik sendiri ataupun bersama-sama. Nilai ujian atau nilai rapot mungkin adalah yang dicari oleh orang tua, tetapi jangan sampai mengabaikan proses yang dijalani sang anak hingga mendapatkan hasil tersebut.

Dapat dikatakan rapot memegang kunci keberhasilan murid, tetapi kunci keberhasilan bukan hanya berbentuk rapot, tetapi pengalaman hidup dan wawasan yang dipelajari di sekolah yang lebih utama.  Ini dikarenakan kesuksesan yang sebenarnya adalah bagaimana siswa mampu mengaplikasikan apa yang dipelajari di sekolah dalam kehidupan bermasyarakat, bagaimana siswa mampu memecahkan masalah, bagaimana siswa mampu adaptif dengan lingkungan dan lain sebagainya.

Pelajaran Yang Bisa Diambil

Maka dari itu, salah satu bentuk menghargai proses yang bisa dilakukan orang tua ketika sang anak telah bersekolah adalah menunjukan sikap suportif atas segala hal yang dilakukan oleh anak (selama itu hal yang positif). Tidak perlu menampakkan perasaan tidak senang bila sang anak mendapatkan nilai rapot yang kurang baik, berikan pengertian untuk menyeimbangkan kegiatan hobi dengan kegiatan belajar di kelas. Bagaimanapun hasil rapot ikut mempengaruhi masa depan studi mereka, namun berikan pengertian dengan sikap kekeluargaan.

Hal ini harapannya dapat menimbulkan kesan positif bagi sang anak dan akan terus semangat bersekolah dan menggapai impiannya. Ia akan percaya bahwa proses adalah langkah sakral yang baik bagi dirinya dan juga bagi orang lain. Ia akan lebih menghormati perjuangan yang dirasakan orang lain yang mungkin lebih pintar atau bernasib kurang baik dengan dirinya. Inilah bentuk empati yang timbul akibat sikap menghargai proses.

 

 

Penulis: Gumilar Ganda