Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Zaman selalu berkembang menghadirkan tuntutan kompetensi yang semakin kompleks. Saat ini sangat booming istilah keterampilan abad 21 yang disosialisasikan melalui banyak platform social media. Apalagi ditambah dengan gerakan merdeka belajar yang diusung oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Untuk memenuhi tuntutan zaman, perlu adanya pembaharuan strategi pembelajaran di semua jenjang satuan pendidikan dimulai dari Paud dan TK.
Berikut beberapa karakteristik pendidikan abad 21 yang perlu diterapkan dalam pembelajaran di Paud dan TK:
Berpusat pada anak bermakna melakukan pendekatan belajar yang disesuaikan dengan potensi masing-masing anak. Layanan yang diberikan bersifat personal dan fleksibel mengikuti perkembangan zaman. Stimulasi pembelajaran yang diberikan akan lebih cocok melalui strategi bermain dan project-based learning atau project approach.
Guru harus menjadi fasilitator dan hadir dalam proses bermain yang dilakukan anak. Belajar sambil bermain sangat sesuai dengan karakteristik anak. Dari proses bermain guru bisa mengobservasi perkembangan anak mulai dari perkembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosi.
Mengapa anak perlu bermain? Jawabannya ada pada penjelasan tentang tiga bagian otak manusia berikut ini:
Perkembangan otak manusia adalah dari bawah ke atas dan dari tengah ke luar. Artinya celebrum dan limbic adalah bagian otak yang pertama berkembang. Oleh karena itu, hal yang harus distimulasi pertama kali pada anak anak adalah bermain karena dengan bermain anak bisa bergerak dan menyalurkan emosinya.
Menurut penelitian ternyata ada hubungan antara otak bagian emosi dengan otak bagian berpikir. Saklar untuk mengaktifkan otak berpikir ternyata ada pada bagian limbic. Artinya dengan menghadirkan perasaan yang positif maka otak bagian atas yang memiliki tugas untuk berpikir akan teraktifkan. Secara biologis bagian tertentu dalam otak yaitu Corpus Callosum yang berfungsi untuk menghubungkan otak kanan dan kiri anak akan aktif pada saat anak berusia 6 tahun.
Bermain bisa membangun struktur otak yang akan membuat anak memiliki daya kognitif yang bagus. Bermain ibaratnya sebagai pondasi yang akan menjadi tempat didirikannya bangunan. Jika kita menginginkan bangunan yang kuat maka pondasinya pun harus kokoh. Artinya, optimalkan kegiatan bermain supaya ketika anak tumbuh dewasa ia mampu mengembangkan potensi akademiknya secara optimal.
Menurut Riset yang dilakukan oleh Harvard, 1000 hari pertama akan sangat mempengaruhi sisa kehidupan seorang anak. Makanya di seribu hari pertama harus dilakukan stimulasi terbaik yang sesuai dengan perkembangan anak.
Alasan pembelajaran yang berpusat pada diri anak:
Gunakan material yang terbuka dan ruang kebebasan untuk anak dalam bereksplorasi dan bereksperimen. Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba mempelajari hal-hal yang baru. Cobalah dengan strategi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Lakukan komunikasi terbuka yang mengajak anak untuk menganalisa dan mengevaluasi.