Karantina tahfidz (9)

Pembukaan Karantina Tahfidz, Liburan tanpa Gadget

Liburan sekolah biasanya dimanfaatkan siswa untuk istirahat di rumah, berkumpul dengan keluarga atau berwisata. Lain halnya di Pesantren Al Ma’soem, untuk mengisi liburan puluhan siswa mengikuti karantina tahfidz program liburan. Karantina tahfidz ini merupakan program rutin di Pesantren Siswa Al Ma’soem yang dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu libur semester ganjil di bulan Desember dan bulan Ramadhan. Tahun ini, karantina tahfidz merupakan penyelenggaraan pertama yang dilakukan secara offline setelah pandemi covid-19.

Karantina tahfidz sendiri menjadi sebuah wahana baru bagi beberapa siswa baru Al Masoem yang terbuka juga untuk umum, karena tidak semua pesantren membuka karantina sebagai sarana mengisi liburan, hanya terbilang beberapa pesantren saja yang membuka program liburan dengan membaca Al Quran. Adapun target utama dalam pesantren kilat ini adalah siswa diharapkan hafal 2 juz dalam waktu 1 minggu saja. Sistemnya juga bukan murajaah mereka yang sudah hafal 2 juz, tapi menambah hafalan yang dimiliki siswa. Jadi jika siswa hafal juz 30 maka siswa tersebut akan ditambah 2 juz lagi yaitu juz 29+28 atau dengan juz 1. Begitu juga siswa yang memiliki hafalan lebih dari 5 juz, mereka bisa menambah hafalan mereka sesuai dengan target yang diinginkan siswa. Apa lagi mengingat dewasa ini banyak sekali orang tua yang mencari karantina tahfidz sebagai sarana agar putra putrinya bisa hafal hafalan dengan cepat dan efektif tentu saja nanti mereka harus rutin murjaah agar hafalannya tidak memudar seiring berjalannya waktu. Ada Pula orang tua yang memang menjadikan karantina tahfidz sebagai sarana untuk mengejar target adalah agar putra putri mereka bisa masuk ke kedokteran melalui jalur prestasi hafalan Quran.

Menurut Ustadz Fery Ferdiansyah, selaku ketua panitia Karantina Tahfidz 2022 mengungkapkan bahwa karantina tahfidz ini diselenggarakan selama sepekan, yaitu tanggal 25-31 Desember 2022, targetnya selama sepekan ini bisa menghafal 2 juz Al Qur’an. Menurutnya peserta Karantina tahfidz ini diikuti oleh 47 orang, yang bersih dari perempuan 30 org dan laki-laki 17 orang dari berbagai macam penjuru daerah dan beberapa ada yang dari siswa Al Masoem yang memang orang tuanya dan siswanya sendiri ingin mengisi waktu liburan anaknya dengan hal yang bermanfaat. Karena waktu yang dilaksanakan juga tepat dengan libur NATARU (Natal dan Tahun baru), ada juga beberapa orang tua yang memang masih bekerja di waktu itu sehingga dengan memasukan putra putrinya di karantina tahfidz yang memang diberikan fasilitas mondok juga agar putra putrinya bisa terkontrol dan dipesantrenkan sepekan agar bisa mengisi waktu dengan hal yang positif.

Karantina tahfidz (3) Karantina tahfidz (4) Karantina tahfidz (10)

Kebanyakan putra putri yang mengikuti pesantren tahfidz quran atau karantina tahfidz ini adalah putra putri non pesantren yang memang memiliki target untuk kedepannya, beberapa ada siswa SD yang memang memiliki target untuk masuk ke SMP dengan jalur beasiswa tahfidz, dimana untuk Al Masoem sendiri beasiswa tahfidz ini memang diberikan kepada calon siswa yang memiliki hafalan minimal 1 juz untuk SMP, dan uniknya beasiswa ini bisa dilipatgandakan ke SPP atau bulanan siswa kelak di sekolah.

Sementara itu menurut Direktur Pesantren Al Ma’soem, Asep Dedi suhendri dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari diciptakannya program  Karantina tahfidz Al Masoem ini adalah untuk mensosialisasikan tahfidz Al Qur’an dengan metode cara cepat menghafal Al Qur’an, selain itu karantina tahfidz ini juga sangat memanfaatkan fasilitas yang ada di Al Masoem termasuk berkuda, memanah dan berenang. Jadi siswa atau santri karantina tahfidz ini tidak hanya mengisi liburan natal dan tahun baru dengan hanya membaca quran saja, tapi ada beberapa waktu baik di pagi atau sore hari untuk berolahraga secara fisik sesuai dengan sunnah rasul, seperti berenang berkuda dan memanah yang dimana fasilitas ini sudah termasuk ke dalam biaya pendaftaran awal sehingga tidak dipungut biaya tambahan lagi.

Tujuan lain dari karantina tahfidz ini adalah sebagai uji coba yang mau mondok nantinya di Pesantren Al Ma’soem, karena kamar, fasilitas dan semua hal yang dipakai dalam karantina tahfidz ini adalah fasilitas yang biasa digunakan santri selama ini di pesantren sehingga atmosfer dan feelnya akan sama dengan apa yang dirasakan oleh calon calon santri Al Masoem saat ini dan yang paling unik adalah karantina tahfidz ini memiliki tujuan lain yaitu menjauhkan santri atau siswa dari kebiasaan bermain gadget. Karena ketika libur apa lagi libur panjang seperti libur natal dan tahun baru siswa yang memang melaksanakan waktu selama 2 minggu dirumah dimungkinkan lebih banyak pegang gadget, namun dengan kegiatan karantina tahfidz ini liburan akan lebih baik dan lebih jauh dari gadget memang terdengar menyedihkan bagi beberapa siswa tapi ini adalah hal yang baik karena siswa dibiasakan melakukan hal positif yang jauh dari gadget. Anda tertarik?