Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Umumnya, karir diidentikkan dengan pekerjaan atau jabatan. Padahal definisi karir ternyata sangat luas. Menurut Simamora, karir adalah ” Urutan aktifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut”. Jika merujuk pada pengertian karir tersebut, maka karir dapat diciptakan oleh semua usia dengan semua jenjang pendidikannya. Pada bahasan kali ini, penulis akan membahas tentang identitas karir pada usia remaja khususnya dalam jenjang pendidikan SMP dan SMA.
Karir seseorang dalam hidupnya mengalami perkembangan mulai dari tahap pencarian, penemuan, pemantapan, pemeliharaan, dan sampai tahap penurunan. Karir seseorang dapat diraih melalui pekerjaan, jabatan, posisi, dan/atau hobi. Tahap pencarian karir dimulai usia anak-anak sampai remaja. Tahap penemuan karir dimulai usia dewasa muda sampai dewasa. Tahap pemantapan karir dimulai pada usia dewasa hingga tengah baya. Tahap pemeliharaan karir dimulai pada usia tua. Tahap penurunan karir dimulai pada usia lanjut. Berikut Tabel tahap perkembangan karir yang dikutip dari bukunya Donald Super (Charles C. Healy, 1982:15)
| No | Usia | Tahap Perkembangan |
| 1 | 0 – 14 | Pertumbuhan |
| 2 | 15 – 24 | Eksplorasi |
| 3 | 25 – 44 | Pemantapan |
| 4 | 45 – 64 | Pemeliharaan |
| 5 | 65 | Penurunan |
Berdasarkan tabel tersebut, kita bisa memahami bahwa usia SMP yaitu sekitar 12-14 tahun memiliki identitas karir pada tahap pertumbuhan atau pencarian, sedangkan usia SMA yaitu sekitar 15-17 tahun berada pada tahap eksplorasi. Adapun tugas perkembangan karir pada masa eksplorasi adalah sebagai berikut.
Menurut Ginzberg, antara usia 11-17 tahun, perkembangan karier remaja berada di tahap tentative, yang merupakan suatu masa transisi dari tahap fantasi masa kanak-kanak menuju tahap pengambilan keputusan yang realistis di masa dewasa muda. Ginzberg berpendapat bahwa remaja mengalami kemajuan dari tahap mengevaluasi minat mereka (11-12 tahun) ke tahap mengevaluasi kapasitas mereka (13-14 tahun) lalu sampai pada tahap mengevaluasi nilai-nilai mereka (15-16 tahun).
Sekitar usia 17 hingga 18 tahun, pemikiran mereka mengalami peralihan dari pilihan karir yang lebih bersifat subjektif ke pilihan karir yang bersifat realistis. Selama masa ini, secara ekstensif individu mengeksplorasi karir-karir yang tersedia, kemudian mereka memfokuskan pada sebuah karir tertentu, dan akhirnya memilih pekerjaan spesifik dalam karir tersebut (misalnya, dalam karir sebagai dokter, seseorang dapat memilih pekerjaan sebagai dokter keluarga atau ahli bedah tulang).
Adapun faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan karier anak dan remaja dibagi menjadi dua bagian:
1. Faktor Internal
2. Faktor Eksternal