Pembelajaran SD Al Masoem

Mengembangkan Budaya Literasi di Era Gawai/Gadget

Semakin pesatnya perkembangan teknologi yang memudahkan banyak pekerjaan, semakin banyak pula dampak negatif yang dihadirkannya. Salah satunya adalah menurunnya kecintaan membaca buku terutama pada remaja yang sedang merasa antusias dengan social media ataupun game di gadgetnya. 

Meskipun teknologi tidak bisa dijadikan salah satunya kesalahan karena pada dasarnya ini berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Banyak faktor lain yang menjadi penyebab kurangnya budaya literasi di negara kita seperti: belum terbiasa membaca, belum memiliki motivasi, belum menemukan candu dan ketagihan setelah membaca, dan sarana atau fasilitas yang minim.

Untuk menindaklanjuti kurangnya kesadaran membaca, berikut ada cara-cara yang  bisa dilakukan oleh guru ataupun orang tua untuk meningkatkan kemampuan literasi pada anak-anak atau remaja:

  1. Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca

Banyak orang yang masih belum menyadari betapa sangat penting dan bermanfaatnya membaca buku ataupun informasi yang disajikan di media massa atau digital. Dengan membaca, kia akan memperoleh banyak informasi dan mampu melatih kemampuan memori pada sistem otak yang kita miliki. Membaca juga mampu mengaktifkan syaraf-syaraf yang berkaitan dengan fungsi daya ingat. Bahkan, ada yang menyatakan bahwa membaca bisa menghindarkan kita dari demensia atau kerusakan sistem pada syaraf otak memori kita.

  1. Mengoptimalkan kompetensi membaca dan menulis pada setiap mata pelajaran

Bukan hanya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, membaca dan menulis juga bisa dibudayakan pada setiap mata pelajaran. Guru menyajikan materi secukupnya, selebihnya siswa mengembangkan materi tersebut dengan mencari referensi lain secara mandiri.

  1. Mengoptimalkan fungsi perpustakaan

Hendaknya perpustakaan menjadi spot favorit untuk membaca karena suasananya yang adem dan nyaman. Fasilitas perpustakaan di sekolah bisa dioptimalkan dengan cara menambah koleksi buku yang variatif dan menarik minat baca siswa. Selain itu, ciptakan lingkungan perpustakaan yang nyaman dan tidak sesak, alangkah lebih baik lagi jika tersedia ruang terbuka baca yang menyajikan pemandangan alam yang indah dipandang dan ditempati untuk membaca buku.

  1. Membiasakan memberi hadiah berupa buku

Orang tua bisa menyiasati budaya membaca pada anaknya dengan membiasakan memberi contoh membaca dan memprioritaskan untuk mengoleksi buku dari pada hal lainnya seperti mainan atau pakaian.

  1. Membentuk dan bergabung ke dalam komunitas baca

Dengan adanya komunitas yang memiliki hobi dan tujuan yang sama dengan kita maka motivasi kita akan semakin berkembang. Ada kalanya kita jenus dengan kegiatan membaca, akan tetapi dengan adanya teman di komunitas maka akan menambah referensi sehingga membaca pun menjadi lebih bervariasi.

  1. Membiasakan membuat jurnal atau buku harian

Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca melainkan juga bisa berupa kegiatan menulis. Melalui tulisan kita memfasilitasi otak kiri untuk saling terhubung dengan otak kanan sehingga proses pemerolehan informasi pun akan semakin efektif.

Demikian beberapa cara yang bisa diaplikasikan untuk meningkatkan budaya literasi kita. Mudah mudahan bermanfaat.