Mengenal Overthinking Yang Dihadapi Oleh Siswa

Mengenal Overthinking Yang Dihadapi Oleh Siswa

Mengenal Overthinking Yang Dihadapi Oleh Siswa

Salah satu fenomena yang mulai banyak ditemui di kalangan anak muda saat ini adalah mengenai masalah overthinking. Wujud overthinking ini bisa bermacam-macam, misalnya memikirkan sesuatu yang sudah terjadi, yang ingin dilakukan, sampai yang bakal terjadi di masa depan. Hal ini pun dibarengin dengan perasaan cemas, malu hingga sakit hati.

Apa Itu Overthinking?

Lalu apa sih overthingking itu? Dalam penjelasan di artikel hellosehat, ini adalah istilah yang ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir. Namun beda dengan pemikir, karena overthinking itu lebih sering memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan.

Berbeda pula dengan sikap berhati-hati dalam mengambil keputusan, sikap memikirkan hal sepele ini malah berdampak pada kesehatan diri sendiri. Berpikir yang diiringi dengan perasaan khawatir yang tidak bisa dikontrol ini bisa menimbulkan kecemasan yang bisa menganggu kegiatan sehari-hari.

Kalau dalam penjelasan artikel Orami, overthinking ini ada kaitannya dengan perasaan insecure. Walaupun dua kata ini mulai sering digunakan oleh anak muda, tetapi sebenarnya kedua hal ini berbeda. Insecure ialah ketidakpercayaan yang berasal dari hubungan di masa lampau. Jadi bila seseorang merasakan insecure itu artinya Ia mengaitkan yang dialami saat ini dengan pengalaman di masa lalunya yang mungkin kurang baik.

Ciri-Ciri Overthinking

Tentunya masalah overthinking atau berpikir berlebihan ini bisa menjadi masalah serius bagi siswa di sekolah. Saat diliputi dengan berbagai pikiran yang campur aduk, sang siswa tersebut bisa mengalami kecemasan, stres hingga depresi. Lalu apa saja ciri-ciri siswa yang mengalami overthinking?

1. Kesulitan Untuk Memutuskan Sesuatu

Overthinking membuat siswa sering kali sulit untuk membuat keputusan, bahkan untuk hal yang sebenarnya sepele. Mereka akan terus memikirkan segala kemungkinan yang mungkin terjadi, sehingga kesulitan untuk memilih pilihan yang tepat. Bisa jadi malah tidak tahu apa yang sebenarnya paling diinginkan.

2. Selalu Merasa Khawatir

Salah satu ciri lain yang bisa dilihat dari siswa ketika overthinking adalah terlihat cemas atau khawatir terhadap masa depan dan apa yang akan terjadi pada dirinya. Contohnya seperti khawatir tentang tugas, ujian dan prestasi di sekolah. Tidak masalah untuk merasa khawatir terkait hal ini, namun perasaan overthinking ini membuat hidup siswa menjadi tidak produktif tanpa ada solusi untuk mengatasinya.

3. Berpikiran Secara Berlebihan

Kurang lebih sama seperti penjelasan di poin kedua, yaitu siswa yang overthinking akan merasa banyak pikiran dalam menanggapi sesuatu. Mungkin saja Ia merasa memiliki pikiran yang sangat kreatif, namun yang sebenarnya terjadi adalah pikiran tersebut sudah jauh tinggi meninggalkan dunia nyata. Jadinya siswa ini mengkhawatirkan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu.

Tips Menghadapi Perasaan Overthinking

Dari ciri-ciri di atas, terlihat kalau overthinking ini cenderung menjadi perasaan yang negatif bila dimiliki oleh siswa. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi perasaan overthinking? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, berikut adalah tips yang bisa dilakukan:

1. Pahami Pemicunya

Dijelaskan dalam artikel Orami kalau setiap perasaan overthinking terjadi karena ada pemicunya. Bisa jadi ada salah satu pemikiran atau ingatan tertentu yang memancing munculnya perasaan tersebut. Dan ini perlu dicari dan disadari bahwa inilah biang masalahnya.

2. Menuliskan Yang Dipikirkan

Kalau sudah tahu pemicunya, coba mulai tuliskan apa yang dipermasalahkan dalam sebuah buku catatan atau media lainnya. Ini bisa menjadi sarana untuk mengurai pemikiran yang kusut menjadi seperti benang yang lurus.

3. Fokus Pada Tindakan Positif

Adapun cara untuk mengurangi perasaan overthinking lainnya adalah mencoba untuk fokus pada tindakan positif yang bisa dilakukan alih-alih hanya terperangkap pada perasaan cemas. Ini cocok bagi guru maupun orang tua, atau bahkan teman, untuk mengajak siswa yang overthinking membicarakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hal yang ditakuti.

4. Istirahat Dulu

Berpikir terus-terusan pastilah capek, maka dari itu coba beristirahat dulu sejenak. Ambil waktu untuk bersantai atau memilih kegiatan yang bisa dinikmati demi mengurangi perasaan cemas atau stres.

5. Bicarakan Kepada Seseorang

Karena kita adalah makhluk sosial, maka cara yang bisa dilakukan adalah berhubungan dengan orang lain. Coba bicarakan kecemasan yang dipikirkan selama ini, apa yang bikin cemas selama ini kepada seseorang yang dipercayai. Contohnya seperti teman, guru, orang tua maupun konselor. Dengan berbicara, maka akan muncul perasaan lega karena uneg-uneg nya selama ini bisa didengar oleh orang lain, terlepas apakah siswa yang berbicara ini meminta tanggapan atau tidak.

Bagaimana, sudah mengenal apa itu overthinking yang dihadapi oleh siswa saat ini? Perasaan positif maupun negatif pasti akan selalu dirasakan oleh setiap orang, tidak terkecuali oleh siswa di sekolah. Maka dari itu, bila merasa mengalami kondisi yang mengganjal secara batin, maka coba kunjungi Bimbingan Konseling di sekolah masing-masing. Tentunya di Pesantren Siswa Al Ma’soem Bandung sudah tersedia guru konselor yang siap menemani keluhan siswa dari sisi psikis atau sosial.

 

 

Penulis: Gumilar Ganda