Idul Kurban (4)

Memberi Edukasi Berkurban: Pesantren Al Masoem Mengiring Santri untuk Ikut Praktek Kurban

Sumedang, 17 Juni 2024 – Hari Raya Idul Adha 1445 H, Pesantren Al Masoem Bandung Jawa Barat, menyelenggarakan kegiatan edukasi dan praktik kurban bagi para santrinya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang makna dan tata cara berkurban sesuai syariat Islam, serta membekali santri dengan keterampilan praktis dalam penyembelihan dan pengelolaan hewan kurban.

Praktik kurban di Pesantren Al Masoem ini merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang diterapkan di pesantren. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat memahami nilai-nilai luhur di balik ibadah kurban, seperti keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Kegiatan edukasi dan praktik kurban ini diawali dengan penyampaian materi tentang sejarah dan makna ibadah kurban, serta tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat Islam. Para santri juga diajak untuk mengamati secara langsung proses penyembelihan hewan kurban, mulai dari pemilihan hewan yang sehat, hingga proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban.

Dan proses berkurban langsung disaksikan ratusan santri Pesantren Al Masoem Bandung diiringi dengan para panitia idul Qurban Al Masoem. Para santri sangat antusias dan banyak belajar tentang bagaimana menyembelih yang baik sesuai dengan syariat islam, bagaimana menguliti hewan kurban, bagaimana caranya membersihkan kotoran hewan kurban dan bagaimana cara memecah dan mendistribusikan daging hewan kurban kepada masyarakat sekitar Al Ma’soem.

Salah satu santri pesantren Al Ma’soem Bandung, Ahmad Nurdin Al Uluwi, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham tentang makna dan tata cara berkurban. Saya juga belajar cara menyembelih hewan kurban dengan benar,” ujarnya.

Bahkan wajah antusias tersirat dari beberapa santri tingkat SMP yang memang baru kali ini bisa belajar langsung mengolah daging sapi dengan baik dan benar. “Baru kali ini langsung praktek ke lapangan untuk melaksanakan kurban, biasanya hanya melihat saja dari jauh karena beberapa DKM masjid memang membatasi orang selain panitia untuk masuk dan melihat langsung,” ungkapnya.

Praktek kurban ini bisa menjadi edukasi yang menarik bagi para peserta didik, karena pada dasarnya banyak santri yang tidak pernah paham dalam membersihkan dan mengolah hewan kurban. Karena biasanya mereka hanya tahu sudah jadi sate atau gulai.

Praktek kurban ini juga bisa berjalan dengan baik tidak lain tidak bukan karena ada orang tua yang memberikan sedekah kurban bagi putra putrinya yang mesantren di pesantren Al Ma’soem Bandung. Adapun perbedaan dari qurban dan sedekah qurban adalah dari peraturan dalam penyembelihannya yang jauh lebih longgar yang sedekah kurban dibandingkan yang kurban secara ibadah. 

Pengasuh Pesantren Al Masoem, KH. Asep Abdul Halim, mengatakan bahwa kegiatan edukasi dan praktik kurban ini merupakan salah satu upaya pesantren dalam mencetak generasi muda Islam yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama. “Santri diharapkan tidak hanya memahami makna ibadah kurban, tetapi juga mampu mempraktekkannya secara langsung,” tuturnya.

Kegiatan edukasi dan praktik kurban di Pesantren Al Masoem ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari masyarakat sekitar pesantren yang merasa terbantu dengan adanya pembagian daging kurban. “Alhamdulillah, kami senang sekali bisa mendapatkan daging kurban dari pesantren. Dagingnya segar dan berkualitas,” ujar salah satu warga.

Pesantren Al Masoem Bandung berharap kegiatan edukasi dan praktik kurban ini dapat menjadi tradisi tahunan di pesantren, sehingga para santri dapat terus belajar dan memahami makna ibadah qurban dengan lebih baik.